300 Pemuda Muhammadiyah Dikirim ke Bencana Sulbar dan Kalsel

Ezra Sihite, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah mengirim 300 anggota mereka ke Sulawesi Barat (Sulbar) dan Kalimantan Selatan (Kalsel). Dua wilayah itu tengah dilanda gempa dan banjir.

Berdasarkan keterangan tertulis yang dikutip pada Minggu 17 Januari 2021, untuk bantuan gempa bumi di Sulawesi Barat, anggota atau bantuan tenaga yang dikirim berasal dari Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur dan dari berbagai daerah lainnya. Mereka akan disebar ke berbagai titik untuk berkoordinasi dengan tim gabungan di lokasi bencana.

"Tim SAR Kokam efektif bekerja Senin 18 Januari 2021 hingga 2 minggu kedepan," kata Panglima Tinggi Kokam sekaligus Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto dalam keterangannya.

Cak Nanto begitu ia disapa menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari trilogi organisasi yang salah satunya melayani kebencanaan. Adapun kendali tim pencarian dan penyelamatan di bawah koordinasi Lembaga Penanggulangan Bencana Muhammadiyah.

"Kebutuhan personel SAR, tenaga kesehatan dan bantuan logistik sangat diperlukan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Menteri Sosial, Tri Rismaharini mengatakan penyaluran bantuan ke lokasi terdampak gempa Sulawesi Barat beberapa mengalami keterlambatan disebabkan adanya titik jalan yang longsor. Akibatnya waktu tempuh distribusi bertambah enam jam, dari semestinya sembilan jam menjadi 15 jam.

Risma mengatakan, bantuan berupa bahan kebutuhan pokok dari pemerintah ke warga terdampak, terutama di Mamuju, dikirim dari Makassar, Sulawesi Selatan. Dalam kondisi normal, waktu tempuh dari Makassar ke Mamuju sembilan jam.

"Terputus (akses) antara Makassar dengan Mamuju karena ada longsoran," kata Risma di Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Januari 2021.

Mantan Wali Kota Surabaya itu melanjutkan warga korban gempa betul-betul membutuhkan bantuan berupa makanan pokok. Dikarenakan pasar dan toko di daerah terdampak gempa banyak yang tutup.

Warga juga khawatir adanya gempa susulan dan tsunami sehingga banyak yang mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Selain itu Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak tujuh kabupaten, kota terdampak banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.