Update 31 Oktober: 45 Juta Kasus COVID-19 di Dunia, AS Tembus 9 Juta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus COVID-19 di dunia telah mencapai 45,5 juta. Jumlah pasien meninggal ada 1,1 juta dan pasien sembuh 29,6 juta.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, lima kasus tertinggi berada di Amerika Serikat (9 juta), India (8,1 juta), Brasil (1,5 juta), dan Prancis (1,3 juta).

Eropa sedang diterpa gelombang baru COVID-19. Kini, ada empat negara Eropa yang masuk 10 besar negara dengan kasus tertinggi.

Pasien sembuh terbanyak berasal dari India (7,4 juta), Brasil (4,9 juta), dan Amerika Serikat (3,5 juta).

Tiga negara itu juga mencatat angka kematian tertinggi akibat COVID-19, yakni Amerika Serikat (229 ribu), Brasil (159 ribu), dan India (121 ribu).

Kasus COVID-19 di Asia Pasifik

Turis menaiki bentangan Tembok Besar Badaling di pinggiran Beijing, Selasa (6/10/2020). Liburan tahun ini, yang bertepatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur, akan menjadi ujian lakmus apakah industri pariwisata China dapat bangkit kembali setelah digempur oleh COVID-19. (AP Photo/Ng Han Guan)
Turis menaiki bentangan Tembok Besar Badaling di pinggiran Beijing, Selasa (6/10/2020). Liburan tahun ini, yang bertepatan dengan Festival Pertengahan Musim Gugur, akan menjadi ujian lakmus apakah industri pariwisata China dapat bangkit kembali setelah digempur oleh COVID-19. (AP Photo/Ng Han Guan)

India merupakan negara Asia dengan kasus COVID-19 tertinggi. Sementara, kasus Indonesia adalah yang tertinggi di Asia Tenggara dengan total 406 ribu kasus.

Setelah Indonesia, ada Filipina dengan 378 ribu kasus. Kasus COVID-19 di Malaysia relatif lebih rendah, yakni 30 ribu.

Kasus di China masih stabil di angka 91 ribu. Jepang mencatat 100 ribu kasus.

Korea Selatan masih terus berkutat mengendalikan penambahan kasus baru. Saat ini ada 26 ribu kasus di negara itu.

MUI Minta Masyarakat Tenang soal Vaksin Covid-19

Sebuah bendera putih dengan pesan ditanam untuk mengenang warga Amerika yang meninggal karena COVID-19 di dekat Stadion RFK di Washington, Selasa (27/10/2020). Instalasi seni Suzanne Brennan Firstenberg itu disebut
Sebuah bendera putih dengan pesan ditanam untuk mengenang warga Amerika yang meninggal karena COVID-19 di dekat Stadion RFK di Washington, Selasa (27/10/2020). Instalasi seni Suzanne Brennan Firstenberg itu disebut

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengingatkan masyarakat tetap tenang dan tidak mengembangkan narasi berlebihan terkait status kehalalan vaksin Covid-19. Karena dalam keadaan darurat, produk tertentu dapat dipakai meski status belum halal.

Seperti dikutip dari Antara, Direktur Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Lukmanul Hakim di Jakarta, Jumat (30/10/2020), mengatakan MUI akan transparan dengan vaksin Covid-19.

Adapun secara hukum syariah, kata dia, suatu produk dalam keadaan darurat tetap boleh digunakan umat Islam meski statusnya belum halal. Hal itu sebagaimana keadaan mendesak saat pandemi Covid-19 yang belum kunjung ada obat atau vaksinnya.

"Tentang kebolehan dipakai karena terdorong kedaruratan dan dihitung. Saya kira ini panduan hukum. Insyaallah hasil fatwa vaksin Covid-19 memang sesuai dengan sebenar-benarnya dengan panduan syariat Islam," kata dia.

Lukman mencontohkan ada Fatwa MUI yang memperbolehkan penggunaan vaksin Measles Rubella (MR) meski mengandung babi. Pembolehan itu karena alasan darurat. Hal serupa tentu dapat berlaku untuk fatwa vaksin Covid-19 jika memang ditetapkan tidak halal.

Infografis COVID-19

Infografis Total Kasus Covid-19, Indonesia Salip China. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Total Kasus Covid-19, Indonesia Salip China. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: