327 anak di Jaksel sudah terima vaksin PCV

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan memastikan 327 anak pada seluruh kecamatan di wilayah itu sudah mendapatkan vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) hingga September 2022.

"Imunisasi PCV sampai data per 19 September 2022 sudah diberikan kepada 327 anak di Jakarta Selatan," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan Yudi Dimyati saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Jakarta Timur sasar 16.086 bayi terima vaksin PCV

Yudi menyebutkan tujuan program pemberian vaksin PCV ini untuk melindungi dan mencegah angka kematian anak-anak karena pneumonia (peradangan paru-paru) akibat infeksi.

Dalam rincian data setiap kecamatan pemberi program vaksin PCV yang dibagikan Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan sebanyak 40 orang dari Tebet, 28 anak dari Pesanggrahan, 28 anak dari Mampang Prapatan, 21 anak dari Setiabudi, dan 31 anak dari Cilandak.

"Sedangkan Pancoran sebanyak 18 anak, Kebayoran Lama 37 anak, Pasar Minggu 56 anak, Kebayoran Baru 13 anak, dan Jagakarsa 55 anak," tuturnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 56.417 bayi menerima vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) dalam program pemberian vaksin Pneumonia gratis tahun ini.

Baca juga: WHO dukung langkah Indonesia jamin perlindungan anak dari pneumonia

"Sasaran kita ini ada 56.417 bayi yang ada diberikan vaksinasi. Tentu kita berbicara target bukan bicara masalah angka atau persen tapi dipastikan bayi seluru balita mendapatkan vaksin," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, saat ditemui di pembukaan kegiatan vaksin gratis di Kembangan, Jakarta Barat, Senin.

Vaksin tersebut diperuntukkan untuk bayi berusia dua, tiga dan 12 bulan. Dengan vaksin tersebut, pihaknya bisa menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi akibat Pneumonia.

Menurut Widyastuti, pemberian vaksin PCV sebenarnya sudah dilakukan jauh sebelum program ini bergulir di DKI Jakarta.

Namun saat itu vaksin PCV masih berbayar. "Menjadi program gratis secara luas oleh pemerintah, baru dimulai hari ini," tutur Widyastuti.

Baca juga: Menkes: Imunisasi PCV untuk tekan Pneumonia sekaligus stunting