33 Anggota Boko Haram Tewas dalam Serangan Militer Nigeria

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Abuja - Pasukan khusus Nigeria melenyapkan 33 anggota Boko Haram dalam bentrokan di negara bagian Borno pada Selasa 9 Maret. Banyak teroris lainnya melarikan diri dari tempat kejadian dan tentara menyita sejumlah besar amunisi.

Dikutip dari laman AA.com.tr, Rabu (10/3/2021), dua tentara juga kehilangan nyawa dan tujuh lainnya luka-luka.

Boko Haram melancarkan pemberontakan berdarah pada tahun 2009 di timur laut Nigeria tetapi kemudian menyebarkan kekejamannya ke negara tetangga, Niger, Chad dan Kamerun, yang memicu tanggapan militer.

Lebih dari 30.000 orang telah tewas dan hampir 3 juta mengungsi dalam satu dekade kegiatan teroris Boko Haram di Nigeria, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan.

Kekerasan yang dilakukan oleh Boko Haram telah mempengaruhi sekitar 26 juta orang di wilayah Danau Chad dan membuat 2,6 juta lainnya mengungsi, menurut Badan Pengungsi PBB.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Aksi Kejam Boko Haram

Serangan ini terjadi dua minggu setelah serangan Boko Haram pada konvoi militer.
Serangan ini terjadi dua minggu setelah serangan Boko Haram pada konvoi militer.

Pada Februari 2020, orang-orang yang dicurigai sebagai militan Nigeria Boko Haram, menewaskan 30 orang dan menculik wanita serta anak-anak dalam serangan di Nigeria timur laut, kata para pejabat.

Sebagian besar korban adalah para pelancong yang dibakar hingga mati ketika tidur di kendaraan mereka selama pemberhentian semalam, demikian kata para pejabat, dikutip dari BBC.

Serangan itu terjadi di kota Auno di jalan raya utama di Negara Bagian Borno. Kelompok militan Boko Haram dan cabang-cabangnya dikabarkan telah melakukan pemberontakan brutal di Nigeria sejak 2009.

Sekitar 35.000 orang telah terbunuh, lebih dari dua juta orang telah kehilangan tempat tinggal dan ratusan lainnya telah diculik dalam konflik tersebut.

Pemerintah Nigeria telah berulang kali mengatakan bahwa gerilyawan telah dikalahkan, tetapi serangan terus berlanjut.

Saksikan Video Berikut Ini: