34 pelajar SMA Siwalima keracunan makanan masih jalani perawatan di RS

Sebanyak 30 dari 70 pelajar SMA Siwalima Ambon yang keracunan massal akibat makanan yang dikonsumsi mereka, sejak Kamis, (17/11) siang hingga malam hari masih menjalani perawatan medis secara intensif pada sejumlah rumah sakit di kota setempat.

"Saat ini tersisa 34 pelajar yang masih menjalani perawatan medis di rumah sakit," kata Kapolsek Baguala AKP Meity Jacobus di Ambon, Jumat malam.

Menurut dia, pihak sekolah unggulan di Provinsi Maluku ini juga tidak berani mengambil risiko dengan kesehatan siswanya, sehingga harus dibawa ke RS guna mendapatkan perawatan medis.

Baca juga: DPRD Maluku identifikasi berbagai persoalan SMA unggulan

Awalnya puluhan siswa ini mendapatkan pertolongan medis dari tenaga kesehatan Puskesmas Nania di ruang UKS serta aula sekolah.

Sesuai keterangan salah seorang pelajar, Prety Masella, pada Kamis (17/11) sekitar pukul 13:00 WIT mengikuti makan siang bersama seluruh pelajar dengan menu ikan goreng dan sayur bayam.

Siswi kelas 11 ini mengaku sudah mulai merasakan kondisi tubuhnya menjadi lemas dan rasanya mau muntah menjelang malam hari. Kemudian sekitar pukul 20.00 WIT, yang bersangkutan makan malam bersama dengan menu sop kacang hijau dan telur dadar.

Namun, pada saat menikmati makan malamnya, dia langsung mengalami kepala pusing dan mual-mual, namun Prety masih tetap memaksakan diri untuk mengikuti kegiatan belajar malam.

Pada hari Jum'at (18/11) pagi sekitar pukul 08.00 WIT, korban mengalami sakit perut dan mual, kepala pusing di sertai lemas yang mengakibatkan penurunan kesadaran.

Baca juga: Enam siswa keracunan di Palembang terpaksa rawat inap

Baca juga: Puluhan siswa SMKN 1 Rejotangan Tulungagung keracunan katering sekolah

Petugas Puskesmas Nania juga sudah mengirimkan sampel makanan ke laboratorium untuk memastikan penyebab keracunan massal tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Insun Sangadji mengatakan pihaknya bergerak cepat menyikapi kasus keracunan massal pelajar ini dengan mengirimkan tenaga kesehatan ke SMA Siwalima Ambon.

"Sampel makanan sementara diteliti di laboratorium, sehingga kita menunggu hasil pemeriksaan Balai POM Ambon untuk mengetahui penyebabnya," ujarnya.

Dinas Dikbud provinsi juga akan melakukan pembinaan terhadap pihak ketiga yang mengelola katering bagi pelajar SMA Siwalima yang tinggal di asrama sekolah tersebut.