35 jiwa kehilangan tempat tinggal dampak abrasi Sungai Kahayan

Sebanyak 35 jiwa dari tujuh kepala keluarga yang tinggal di Jalan Kalimantan Gang Kenanga Kelurahan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, terdampak abrasi Sungai Kahayan kehilangan tempat tinggal.

"Untuk bangunan yang terdampak ada lima unit, kemudian untuk jiwanya total dari tujuh kepala keluarga 35 jiwa. Kami juga sudah melakukan pemantauan dan melihat secara langsung di lokasi kejadian," kata Camat Pahandut Berlianto di Palangka Raya, Rabu.

Baca juga: Warga di DAS Kahayan Palangka Raya diminta waspada abrasi susulan

Menurut dia, penanganan awal saat untuk ini yaitu menempatkan warga yang terdampak abrasi sungai tersebut ke Balai Basara Bajenta serta akan menyediakan dapur umum.

Bantuan awal untuk warga yang terdampak abrasi tersebut, yakni membangun dapur umum dengan makan dan minum mereka selama beberapa hari ini dapat diperhatikan.

"Sesuai arahan bapak Wali Kota Palangka Raya kemarin, semua yang ada di bantaran sungai harus diperhatikan, karena posisinya waspada semua, sebab terjadi abrasi di semua pinggiran-pinggiran Sungai Kahayan," ujarnya.

Baca juga: 30 jiwa di Palangka Raya diungsikan dampak abrasi Sungai Kahayan

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya Emi Abriyani menjelaskan, bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota setempat sudah bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi serta untuk sementara warga yang terdampak dari peristiwa itu, ditampung di aula Basara bahkan ada juga yang menumpang di tempat keluarganya.

"Kami sudah bergerak dan peninjauan bencana akibat abrasi bersama tim gabungan. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, semoga persoalan ini segera terselesaikan," katanya.

Baca juga: Pulang Pisau diberlakukan siaga darurat banjir di tiga kecamatan

Emi menambahkan, terkait persoalan tersebut jalan satu-satunya agar masyarakat aman dan tidak terdampak abrasi yakni, harus direlokasi, sehingga meminimalisir terulang kembali peristiwa tersebut.

"Pemerintah serius melakukan penanganan tersebut. Ingat jalur hijau itu di Bantaran Sungai. Semoga tidak terulang kembali," kata Emi Abriyani.

Sekedar diketahui, kasus serupa juga menimpa warga yang berada di Kelurahan Langkai, Kecamatan Pahandut Kota Palangka Raya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, sedangkan empat bangunan rumah berkonstruksi kayu itu ambruk akibat abrasi Sungai Kahayan.

Baca juga: Banjir rendam enam desa di Pulang Pisau Kalteng
Baca juga: Pemkot Palangka Raya waspadai kenaikan debit air Sungai Kahayan