35 Narapidana di Sumsel Dipindah ke Nusakambangan, Mayoritas Bandar Narkoba

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 35 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Sumatera Selatan dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Sebagian besar narapidana itu berstatus bandar narkoba.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Sumsel Bambang Haryanto mengungkapkan, para napi tersebut termasuk kategori keamanan berisiko tinggi (high risk security) dalam peredaran narkoba di dalam lapas maupun di luar. Hal ini sebagai komitmen Kemenkum HAM Sumsel dalam turut memberantas narkoba.

"Ada 35 WBP yang sudah dipindahkan ke Nusakambangan. Sebagian besar bandar narkoba," ungkap Bambang, Kamis (21/4).

Menurut dia, pihaknya bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumsel dan Ditres Narkoba Polda Sumsel dalam pencegahan peredaran gelap narkoba di lapas dan rutan. Jika mendapat informasinya ada WBP yang terlibat apalagi mengendalikan narkoba dari lapas, akan ditindaklanjuti.

"Kami upayakan kerja sama optimal agar rantai peredaran dari lapas dan rutan bisa diputus," ujarnya.

Selain ke Nusakambangan, ada 38 orang WBP dipindahkan ke lapas di luar Sumsel. Sementara pemindahan antar lapas di dalam wilayah Sumsel dilakukan kepada 2.190 napi.

Sedangkan asimilasi dan integrasi selama 2021 himgga Maret 2022 diberikan kepada 5.515 WBP. Pemberian merupakan implementasi Permenkumham Nomor 24 Tahun 2021 tentang Asimilasi Covid-19 dan Permenkumham Nomor 7 Tahun 2022 tentang Integrasi. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel