35 Perusahaan di Sumsel Dilaporkan Tak Bayar THR

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 35 perusahaan di Sumatera Selatan (Sumsel) dilaporkan tidak membayarkan tunjangan hari raya (THR) Idulfitri kepada karyawannya pada tahun ini. Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) setempat masih menyelidiki laporan itu untuk mengambil langkah selanjutnya.

Kabid Pengawasan Disnakertrans Sumsel Erman Rasul mengatakan, perusahaan yang dilaporkan bergerak di bidang perkebunan, rumah sakit, perdagangan, dan pendidikan. "Dalam catatan, ada 35 perusahaan di Sumsel yang tidak memberi THR kepada karyawannya," ungkap Erman, Selasa (10/5).

Ratusan orang melaporkan perusahaan tempat mereka bekerja. Beberapa perusahaan dilaporkan perwakilan karyawan. Ada juga yang dilaporkan individu pegawainya.

"Dari 35 perusahaan itu, ada ratusan karyawan yang tidak menerima THR," ujarnya.

Terancam Sanksi

Menindaklanjuti laporan para pekerja, Disnakertrans melapor ke Kementerian Ketenagakerjaan dan melakukan penyelidikan. Ketidakpatuhan pengusaha dalam pembayaran THR diatur dalam Pasal 78 Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Sanksi bagi para pelanggar aturan itu dapat berupa hukuman administratif, mulai dari teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.

"Kami akan lakukan pengecekan, selanjutnya baru diambil keputusan, sanksi apa yang diambil bagi yang terbukti melanggar," kata dia. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel