35 Tahun Berkarier, Dian Nitami Kini Jadi Mertua Galak dalam Sinetron Buku Harian Seorang Istri di SCTV

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Dian Nitami tampil di sinetron Buku Harian Seorang Istri (BHSI) yang tayang di SCTV. Dalam sinetron itu, Dian Nitami memerankan Farah Buwana yang merupakan ibunda Dewa Buwana (Cinta Brian) dan mertua Nana (Zoe Jackson).

Dian Nitami mengaku karakter dalam sinetron ini beda dari kebanyakan yang pernah dijalaninya. Ia lalu menjelaskan seperti apa karakter Farah.

“Sinetron Buku Harian Seorang Istri ceritanya tentang konflik keluarga,” ujar istri Anjasmara kepada Kapanlagi.com ditemui di lokasi syuting, baru-baru ini.

Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Antagonis

Ia juga bersanding dengan aktor senior, Adipura bersama Dian Nitami. Ketiganya pun kompak melempar senyum kepada kamera. (Instagram @mahdyrez)
Ia juga bersanding dengan aktor senior, Adipura bersama Dian Nitami. Ketiganya pun kompak melempar senyum kepada kamera. (Instagram @mahdyrez)

Farah tokoh antagonis dengan aura dan watak cenderung galak, apalagi terhadap menantunya, Nana.

“Biasanya orang-orang itu selalu bilang: Dian kenapa sih kok perannya galak banget. Lo memang ceritanya Farah Buwana itu galaknya minta ampun," ia menjelaskan.

Pentingnya Antagonis

Para pemeran yang terdiri dari artis muda dan senior, sama-sama membawa aura lain saat dengan busana tersebut. Mereka di antaranya Zoe Abbas Jackson, Antonio Blanco Jr., Callista Arum, Rina Hasyim hingga Dian Nitami. (Instagram @bukuharianseorangistri.sctv)
Para pemeran yang terdiri dari artis muda dan senior, sama-sama membawa aura lain saat dengan busana tersebut. Mereka di antaranya Zoe Abbas Jackson, Antonio Blanco Jr., Callista Arum, Rina Hasyim hingga Dian Nitami. (Instagram @bukuharianseorangistri.sctv)

Dian Nitami menjelaskan pentingnya peran antagonis dalam sebuah cerita. Ia merasa beruntung bisa memerankan Farah Buwana.

“Terus kenapa sih mau jadi peran antagonis? Karena dalam setiap cerita harus ada antagonis dan protagonis. Kalau semua orang enggak mau jadi antagonis, terus ceritanya jadi apa? Penyuluhan dong kalau enggak dokumenter, ya enggak sih?" katanya.

Berbeda

Memerankan antagonis memberi Dian Nitami pengalaman berbeda. "Makanya kenapa saya senang banget sama peran saya di sini, karena di sini saya keluar dari pribadi saya sehari-hari. Saya di sini berperan, bukan membawa diri saya sendiri," papar Dian Nitami.

"Dalam berseni peran, kalau mendapatkan peran yang keluar dari pribadi saya sehari-hari itu rasanya jadi satu tantangan. Di usia saya yang sekarang dan punya tantangan seperti itu, itu sebuah rezeki. Satu kesempatan yang mungkin, enggak setiap kali bisa datang," pungkasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel