350 Nakes dan 1.137 Bhabinkamtibmas Siap Gempur Virus Corona di NTB

Bayu Nugraha
·Bacaan 3 menit

VIVA – Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menggelar apel persiapan tenaga vaksinator dan tracer COVID-19 serentak di lapangan Bahara Daksa Polda NTB, kota Mataram, Kamis, 11 Februari 2021.

Acara ini dihadiri oleh Kapolda NTB, Kepala Dinkes NTB, Irwasda, Kabidkesrem 162/WB, seluruh pejabat Utama (PJU) Polda NTB, tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan, Babin dan unsur polda lainnya.

Dalam arahannya, Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal meminta mereka yang akan bertugas untuk mempersiapkan diri. Selain itu, dia mengecek anggota yang sudah dan belum divaksin.

Selanjutnya penyematan perwakilan vaksinator oleh Kapolda NTB kepada dua orang perwakilan yang ditunjuk panitia apel.

Kapolda menyampaikan bahwa hukum tertinggi di negara adalah keselamatan rakyat. Untuk itu tenaga kesehatan, Bhabinkamtibmas dan Babinsa diharapkan bekerja maksimal menyukseskan proses vaksinasi yang akan di lakukan di NTB

"Tidak cukup dengan bekerja serius namun juga harus disertai dengan kerja keras,” kata Iqbal.

Mantan Kadiv Humas Polri ini menuturkan, sebanyak 350 tenaga kesehatan (nakes) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokes) serta 1.137 Bhabinkamtibmas Polda NTB diterjunkan untuk memutus mata rantai penularan virus Corona (COVID-19). Para nakes diterjunkan untuk menjadi vaksinator, sementara bhabinkamtibmas sebagai tracer atau orang yang melakukan tracing penularan virus corona.

"Jumlah 350 tenaga kesehatan Polri sebagai vaksinator dan sejumlah 1.137 bhabinkamtibmas sebagai tracer. Pengerahan vaksinator dan tracer dari Polda NTB ini sebagai wujud pelaksanaan perintah Bapak Kapolri (Jenderal Listyo Sigit Prabowo) untuk kami terus mengawal, mengamankan vaksin baik saat proses distribusi maupun vaksinasi," ucapnya.

Iqbal mengingatkan kembali pentingnya kesadaran semua pihak soal bahaya virus Corona. Dia mengimbau masyarakat untuk selalu menerapkan adaptasi kebiasaan baru yakni menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, Menjauhi kerumunan, serta membatasi mobilisasi dan interaksi.

"Kesadaran ini harus dimulai dari diri kita sendiri. Jangan sampai kelalaian kita dalam melakukan 5M membuat orang-orang di sekitar kita, yang kita cintai, keluarga, kerabat dan sahabat terpapar COVID-19," ucap mantan Wakapolda Jawa Timur.

Dia menambahkan, Polda NTB beserta polres jajarannya hingga kini terus melakukan patroli dalam rangka operasi yustisi menegakkan protokol kesehatan bersama unsur TNI.

"Kasus positif sempat naik beberapa waktu lalu, dan kembali kami bersama pihak Pemprov berupaya menekan kembali angka positif," kata dia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB dr H Lalu Hamzi Fikri terkesan dengan persiapan yang dilakukan Polda NTB menyukseskan vaksinasi dan rencana kampung sehat.

Program ini, katanya, dinilainya sudah sinergi dengan program Kementrian Kesehatan, yakni mempercepat penurunan angka kasus COVID-19, tentunya dengan melakukan tracing secara masif, tes secara masif, dan juga diiringi dengan treatment dan vaksinasi.

Untuk mewujudkan hal itu, Dinkes NTB akan berusaha maksimal, mempercepat penyelesaian vaksinasi tahap satu untuk tenaga kesehatan yang ada di Provinsi NTB.

"Proses vaksinasi tahap satu on proses, saat ini sudah berjalan 60 persen, mudah-mudahan akhir bulan Februari ini selesai," jelasnya.

Selanjutnya vaksinasi tahap kedua untuk TNI-Polri dan pelayan publik, akan ditargetkan mulai bulan Maret 2021 mendatang.

Jika memungkinkan, vaksinasi tahap ketiga untuk masyarakat umum dia menargetkan akan dimulai pada bulan Mei 2021 mendatang.

Kepala Bidang Dokter Kesehatan Polda NTB Kombes Pol Dr. Erwin Zainul Hakim, menerangkan bahwa untuk memastikan proses vaksinasi ini berjalan lancar, tentunya dia akan memastikan anggota kepolisian yang akan bertugas di lapangan sudah divaksin terlebih dahulu

"Untuk menjamin keamanan petugas dari kepolisian, kami harus pastikan semua anggota yang terjun kelapangan harus divaksin terlebih dahulu," katanya.

Baca juga: Perintah Kapolri Jenderal Sigit ke Semua Anggota Polisi