355 PMI dikarantina COVID-19 di Asrama Haji Batam

·Bacaan 2 menit

Sebanyak 355 Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang baru tiba dari Malaysia dan Singapura menjalani karantina COVID-19 di Asrama Haji Batam, pada Jumat, sebagai persyaratan protokol kesehatan sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan masing-masing.

Ketua Satuan Tugas Khusus Penanganan COVID-19 Daerah Perlintasan Kepulauan Riau yang juga Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu menyatakan Asrama Haji Batam kini difungsikan sebagai tempat penampungan karantina PMI karena fasilitas di tiga rumah susun penuh.

Sesuai aturan, setiap PMI yang tiba di Batam menjalani pemeriksaan tes PCR COVID-19 dan tes cepat antigen. Apabila hasilnya negatif harus menjalani karantina, dan apabila hasilnya positif dievakuasi untuk mendapatkan perawatan di RSKI Pulau Galang.

"Mereka masuk (asrama haji) karena lokasi karantina di Tanjunguncang penuh, maka kita pindahkan ke sana," kata dia.

Baca juga: Satgassus: 126 pekerja migran dari Malaysia-Singapura negatif COVID-19

Baca juga: Pemerintah perketat perbatasan laut Batam waspadai hasil tes PCR palsu

Selama ini, ratusan PMI menjalani karantina di tiga rumah susun yang disiapkan Pemkot dan BP Batam. Namun, menurut Danrem, saat ini seluruh fasilitas sudah penuh.

"(Tempat karantina) memang kurang, karena kapasitas di tiga rusun yang selama ini digunakan dan di selter BP2TKI, semua penuh. Atas izin Wali Kota Batam dan Gubernur Kepri, asrama haji kami pakai," kata dia.

Mengenai ketersediaan air dan sampah bertumpuk di Rusun yang dikeluhkan PMI, ia mengatakan sudah ditangani dan kini tidak ada lagi masalah.

Pihaknya juga telah mempersiapkan alternatif lokasi lain apabila kapasitas Asrama Haji telah penuh.

"Kami akan koordinasikan lagi kalau penuh. Selama ini bantuan dari Pemkot Batam banyak," kata dia.

Sementara Ketua Satgas Pemulangan PMI Kota Batam yang juga Dandim 0316 Batam Letkol Sigit Dharma Wiryawan menyatakan, pada Jumat ini, terdapat lebih dari 1.000 PMI yang sedang menjalani karantina COVID-19 di Batam.

"Sebanyak 325 di Rusun BP Tanjunguncang, 338 di Rusun Putra Jaya, 355 orang di Asrama Haji, dan 37 orang di Shelter," kata dia.*

Baca juga: Batam menyelamatkan pekerja migran, menjaga Indonesia dari Omicron

Baca juga: 11 jenazah PMI korban kapal tenggelam di Malaysia dibawa ke Batam

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel