357 kepala keluarga korban banjir bandang Torue mengungsi

Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah mengatakan hingga kini 357 kepala keluarga korban banjir bandang di Desa Torue mengungsi ke tempat yang aman.

"Tempat pengungsian disiapkan pemerintah desa ada tiga titik, dan distribusi makanan sejauh ini lancar karena banyak relawan ikut membantu," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Idran ditemui di Torue, Parigi Moutong, Jumat.

Berdasarkan kajian cepat BPBD setempat, tiga dari lima dusun terdampak parah di Desa Torue, yakni Dusun 2, Dusun 3 dan Dusun 5 dan mereka yang terdampak kini diungsikan ke tempat yang sudah disiapkan.

Dilaporkan jumlah pengungsi Dusun 2 sebanyak 120 KK, Dusun 3 sebanyak 50 KK dan Dusun 5 sebanyak 166 KK yang kini masih membutuhkan bantuan.

Ia mengemukakan, dari peristiwa banjir bandang menerjang pada Kamis (28/7) malam, tercatat sejumlah fasilitas terdampak di antaranya, Kantor Desa Torue, Kantor Camat Torue, sekolah dasar, Paud, SMP, masjid, tempat pelelangan ikan serta merusak jaringan listrik.

Baca juga: Banjir memaksa warga mengungsi di Torue, Parigi Moutong

"Data sementara, tujuh rumah warga di Dusun 2 hanyut," ucap Idran, seraya menambahkan belum ada perkembangan informasi jumlah rumah rusak ringan, sedang dan berat.

Warga beraktivitas di jalan tertimbun lumpur akibat banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (29/7/2022). ANTARA/Moh Ridwan
Warga beraktivitas di jalan tertimbun lumpur akibat banjir bandang di Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Jumat (29/7/2022). ANTARA/Moh Ridwan

Ia menambahkan, kebutuhan mendesak saat ini air bersih, air mineral, penerangan dan mesin genset, makanan siap saji, pakaian selimut dan perlengkapan bayi.

Selain itu, ketersediaan logistik juga terus bertambah, seperti mie instan, pakaian layak pakai, makanan ringan maupun beras.

"Secara periodik kami lakukan evaluasi terhadap ketahanan stok logistik di posko induk, dan tidak menutup kemungkinan masih ada relawan membawa bantuan," tutur Idran.

Di sektor operasi SAR pencarian empat korban hilang, masih tetap berlanjut dan dimulai kembali pada Sabtu (30/7) pagi yang dikomandoi Basarnas dan didukung potensi SAR lainnya.

Dilaporkan, pencarian hari pertama belum membuahkan hasil. Di mana pada pencarian korban didukung dua unit perahu karet dengan sasaran operasi di sekitar pantai Torue.

"Empat korban yang hilang semuanya perempuan dan satu di antaranya adalah balita," kata Idran.

Baca juga: Pemkab Parigi tetapkan status tanggap darurat banjir bandang Torue

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel