36 Orang di India Tewas Setelah Tenggak Miras Oplosan

Merdeka.com - Merdeka.com - Sedikitnya 36 orang tewas dan sekitar 50 lainnya dirawat di rumah sakit di negara bagian Gujarat, India setelah meminum miras oplosan.

Menurut keterangan polisi, puluhan orang tersebut mengonsumsi miras oplosan ilegal di distrik Botad dan Ahmedabad. Gujarat, di mana pembuatan, penjualan, dan konsumsi alkohol dilarang.

"Sekitar 10 orang ditangkap dan sekitar 475 liter cairan ditemukan," jelas direktur jenderal kepolisian Gujarat, Ashish Bhatia, dikutip dari CNN, Jumat (29/7).

Bhatia mengatakan, salah satu pria yang ditangkap mencuri metanol dari sebuah pabrik di Gujarat dan menjuaknya ke sepupunya, yang dijual lagi ke orang lain yang mencampurkan metanol dengan air dan menjualnya sebagai miras.
Metanol bisa membuat orang mabuk dan beracun walaupun jumlahnya sedikit.

Kematian akibat miras oplosan ini hal yang langka di India.

Walaupun Gujarat dan beberapa negara bagian mengkriminalsiasi penjualan dan konsumsi alkohol, alkohol legal di sebagian besar wilayah India. Bahkan walaupun di negara bagian di mana konsumsi alkohol dilegalkan, miras oplosan tetap populer, khususnya di daerah miskin dan pinggiran.

Miras oplosan biasanya dibuat di desa-desa sebelum diselundupkan ke kota, di mana dijual dengan harga sangat murah.

Pada Februari 2019, sedikitnya 154 orang tewas dan 200 lebih lainnya dilarikan ke rumah sakit setelah minum miras oplosan di negara bagian Assam. Awal bulan ini, 80 orang tewas di negara bagian Uttar Pradesh dan Uttarakhand setelah minum miras ilegal.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC), keracunan metanol bisa menyebabkan mual, muntah-muntah, dan gagal jantung serta saluran pernapasan. Selain itu juga bisa menyebabkan pusing, ngantuk, sakit kepala, dan tidak bisa menggerakkan otot. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel