374 Saham Melemah, IHSG Tergelincir 1,5 Persen

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan. Aksi jual investor asing mendorong IHSG meninggalkan posisi 6.100 pada perdagangan saham Selasa (30/3/2021).

Mengutip data RTI, IHSG melemah 1,55 persen atau 95,37 poin ke posisi 6.071,44. Indeks saham LQ45 merosot 1,78 persen ke posisi 916,88. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan. Sebanyak 374 saham melemah sehingga menekan IHSG. 122 saham menguat dan 133 saham diam di tempat.

Pada Selasa pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.170,66 dan terendah 6.046,46. Total frekuensi perdagangan saham 1.064.798 kali.

Total volume perdagangan saham 14,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,4 triliun. Investor asing melepas Rp 328,38 miliar di pasar reguler. Posisi doalr Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran Rp 14.369.

10 sektor saham kompak tertekan. Sektor saham konstruksi susut 2,55 persen, dan mencatatkan penurunan terbesar. Diikuti sektor saham pertanian melemah 2,38 persen dan sektor saham perdagangan tergelincir 1,92 persen.

Gerak Saham

Pialang memantau jalannya perdagangan saham di galeri Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Jelang penutupan sesi II, sebanyak 8,7 miliar lembar saham telah diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pialang memantau jalannya perdagangan saham di galeri Profindo Sekuritas, Jakarta, Rabu (8/7/2020). Jelang penutupan sesi II, sebanyak 8,7 miliar lembar saham telah diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang mencatat top gainers antara lain saham VICO naik 34,92 persen, saham ESTI menanjak 30,38 persen, saham APEX melonjak 24,87 persen, saham ZYRX naik 24,80 persen dan saham SNLK melambung 24,75 persen.

Saham-saham yang melemah antara lain saham MAYA turun 7 persen, saham RUIS susut 6,99 persen, saham SUPR melemah 6,98 persen, saham BKSW tergelincir 6,98 persen dan saham INRU susut 6,93 persen.

Saat IHSG tertekan, investor asing membeli sejumlah saham antara lain saham BMRI sebanyak Rp 36 miliar, saham ICBP sebesar Rp 17,5 miliar, saham TOWR sebesar Rp 15,8 miliar, saham ACES sebesar Rp 15 miliar, dan saham BBTN sebesar Rp 13,8 miliar.

Lalu saham-saham yang dijual investor asing antara lain saham BBRI sebesar Rp 307,5 miliar, saham ASII sebesar Rp 84,9 miliar, saham TKIM sebesar Rp 39,3 miliar, saham MNCN sebesar Rp 27,1 miliar, dan saham CPIN sebesar Rp 26,9 miliar.

Bursa saham Asia sebagian besar menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 0,84 persen,indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 1,12 persen, indeks saham Jepang Nikkei menanjak 0,16 persen.

Selain itu, indeks saham Thailand menguat 0,22 persen, indeks saham Shanghai melambung 0,62 persen, indeks saham Singapura bertambah 0,63 persen dan indeks saham Taiwan menguat 0,48 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini