379 desa di Garut deklarasi stop BAB sembarangan

·Bacaan 2 menit

Sebanyak 379 desa di Kabupaten Garut, Jawa Barat telah mendeklarasikan stop buang air besar (BAB) sembarangan atau Open Defecation Free (ODF) dan ditargetkan pada Januari 2021 sudah 100 persen tuntas.

"Ini ada ODF kita tahun depan sudah 100 persen ODF, sekarang itu hanya tinggal 50 lagi," kata Bupati Garut Rudy Gunawan saat memimpin deklarasi ODF atau Stop Babs (buang air besar sembarangan) 76 desa dan kelurahan di lapangan Sekretariat Daerah Pemkab Garut, Selasa.

Ia menuturkan selama 2021 sejumlah desa maupun kelurahan sudah mendeklarasikan daerahnya ODF sebagai bukti menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Pada akhir tahun, kata dia, ada 76 desa dan kelurahan yang mendeklarasikan ODF, artinya secara keseluruhan sudah 85 persen dari 421 desa dan 21 kelurahan tersebar di Garut.

"Sekarang alhamdulillah kita sudah ODF semuanya dan Kabupaten Garut bisa ikut lagi wistara (penghargaan bidang kesehatan), kita naik lagi ya ke depan," katanya.

Ia menyampaikan Pemkab Garut siap memberikan bantuan berupa pengadaan barang untuk mensukseskan ODF di setiap desa maupun kelurahan melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

Bupati berharap seluruh barang untuk program STBM itu berkualitas terbaik mulai dari paralon maupun pengadaan barang lainnya sehingga memiliki tahan lama.

"Kita minta kualitas yang kelas 1," katanya.

Ia berharap seluruh masyarakat di Kabupaten Garut bisa memiliki jamban masing-masing di rumahnya, dan ke depan akan memperbaiki toilet milik warga miskin melalui program "One Home One Toilet".

“Kami ingin 10 ribu rumah tangga yang (miskin) ekstrem yang harus kita perbaiki," katanya.

Kepala Desa Sukajaya, Kecamatan Malangbong, Idis menyatakan desanya salah satu desa yang sudah mendeklarasikan ODF tahun 2021 dengan menghilangkan tempat BAB sembarangan, kemudian dibuatkan tangki septik untuk masyarakat umum.

"Mudah-mudahan di akhir tahun atau di awal tahun 2022, desa sudah bisa menyiapkan beberapa 'septic tank' untuk masyarakat," katanya.

Baca juga: Pemkab Garut siapkan 20 ribu alat tes usap untuk libur akhir tahun

Baca juga: 31 rumah terdampak longsor di selatan Garut

Baca juga: Jalur Garut-Tasikmalaya kembali normal pascalongsor di Cilawu

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel