389 calon haji berangkat ke Tanah Suci dari Embarkasi Jakarta

Sebanyak 389 calon haji kloter pertama berangkat dari Embarkasi Pondok Gede, Jakarta, Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB menuju Tanah Suci.

"Ini merupakan kloter pertama dari DKI Jakarta yang menggunakan Bandara Soekarno Hatta," ujar Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief di Jakarta, Sabtu.

Ia mengatakan jamaah calon haji kloter pertama yang terdiri atas 160 laki-laki dan 229 perempuan​​​​​​ ini akan diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta, Banten, pada Sabtu pukul 06.45 WIB.

Mereka diperkirakan tiba di Bandar Udara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdul Aziz Madinah pada Sabtu pukul 12.10 waktu Arab Saudi.

Sebelum pemberangkatan, jamaah calon haji diperiksa seluruh kesiapan administrasi di Embarkasi Pondok Gede, Jakarta, termasuk dilakukan pemindaian tubuh dan barang bawaan oleh petugas, sehingga ketika tiba di Bandara Soekarno Hatta, tinggal masuk ke pesawat.

Menurutnya, pada pemberangkatan kloter pertama ini ada lima dari 13 embarkasi yang mulai mengirimkan jamaah. Kelimanya yakni Embarkasi Padang, DKI Jakarta, Bekasi, Surakarta/Solo, dan Surabaya.

"Embarkasi Jakarta Pondok Gede masuk gelombang pertama di Madinah dengan masa tinggal delapan sampai sembilan hari mengacu Shalat Arbain atau fardu sebanyak 40 waktu di Masjid Nabawi," kata dia.

Ia menitip pesan kepada jamaah calon haji untuk memahami serta mematuhi aturan yang berlaku baik di Indonesia maupun Arab Saudi.

Hilman pun ingin pelaksanaan haji berjalan dengan lancar apalagi sudah dua tahun Indonesia tak mengirimkan jamaah sebagai imbas pandemi COVID-19.

"Kita berharap komitmen kita semua, para petugas yang mendampingi dan juga bagi jamaah. Kita semua saat ini mewakili bangsa Indonesia yang jutaan orang sedang antre mengikuti pelaksanaan haji," kata dia.

Hilman juga meminta jamaah calon haji untuk disiplin menjaga diri serta mengikuti saran dari petugas. Apalagi, cuaca di Arab Saudi cukup panas dengan suhu mencapai 43 derajat Celsius atau berbeda dengan di Jakarta yang sekitar 29 derajat Celsius.

"Istirahat yang cukup dan ibadahnya banyak atau ibadahnya cukup dan istirahatnya juga cukup. Karena akan di sana 42 hari harus sampai puncak (pelaksanaan haji) wukuf, lempar jamrah, dan seterusnya," kata dia.

Baca juga: Daker Madinah: Agar tak bosan, jamaah haji diberikan menu variatif
Baca juga: Jamaah calon haji Embarkasi Jakarta dapat layanan jalur cepat
Baca juga: Presiden Jokowi teken Keppres biaya haji 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel