397 Saham Terbakar, IHSG Ditutup Anjlok ke 6.023,28

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terjun bebas pada perdagangan Selasa pekan ini. Investor asing jual saham Rp 692 miliar di pasar regular.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (22/12/2020), IHSG anjlok 142,33 poin atau 2,31 persen ke posisi 6.023,28. Sementara, indeks saham LQ45 juga melemah 3,30 persen ke posisi 938,97.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.174,45 dan terendah 6.010,21.

Pada sesi penutupan pedagangan, 397 saham terbakar sehingga membawa IHSG ke zona merah. Sementara itu, sebanyak 123 saham menguat dan 111 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 1.689.701 kali dengan volume perdagangan 27,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 20,4 triliun.

Investor asing jual saham Rp 692 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.167.

Dari 10 sektor saham pembentuk IHSG, seluruhnya berada di zona merah. Sektor yang melemah paling dalam adalah sektor infrastruktur yang anjlok 3,84 persen. Disusul sektor pertambangan turun 3,39 persen dan sektor perkebunan melemah 2,95 persen.

Saham yang menguat antara lain IPOL yang naik 34,55 persen ke Rp 148 per lembar saham. Kemudian COCO yang naik 24,83 persen ke Rp 930 per lembar saham dan FPNI yang naik 24,76 persen ke Rp 262 per lembar saham.

Saham yang melemah sehingga menekan IHSG antara lain ATAP yang melemah 6,99 persen ke Rp 173 per lembar saham. Kemudian SCNP turun 6,98 persen ke Rp 240 per lembar saham dan NIKL turun 6,98 persen ke Rp 1.600 per lembar saham.

Sesi Awal Perdagangan

Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di zona merah pada pembukaan perdagangan Selasa pekan ini. Gerak ini mengikuti bursa di Amerika Serikat (AS) atau Wall Street yang juga ditutup melemah.

Pada pembukaan perdagangan Selasa (22/12/2020), IHSG turun 21,70 poin atau 0,35 persen ke level 6.143,91. Indeks saham LQ45 juga melemah 0,75 persen ke posisi 963,70.

Di awal perdagangan ini, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.151,08. Sedangkan terendah 6.134,57.

Sebanyak 168 saham terbakar sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Kemudian 144 saham menghijau dan 174 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham normal yaitu 98.800 kali dengan volume perdagangan 1,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 1,2 triliun.

Tercatat, investor asing jual saham di pasar regular mencapai Rp 7 miliar. Sedangkan nilai tukar rupiah berada di 14.139 per dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, sektor yang menguat dam melemah sama kuat. Sektor yang melemah adalah pertambangan, industri dasar, infrastruktur dan perdagangan.

Saham-saham yang menguat antara lain VICI naik 24,59 persen ke Rp 304 per lembar saham. Kemudian PTDU naik 24,49 persen ke Rp 915 per saham dan KOTA naik 23,46 persen ke Rp 400 per saham.

Dalam riset Ashmore, bursa saham AS ditutup melemah karena adanya varian baru virus Corona di Inggris. Hal tersebut memicu kekhawatiran mengenai pemulihan ekonomi global.

Sebanyak 9 dari 11 sektor utama di indeks S&P 500 ditutup melemah yang dipimpin oleh sektor energi yang turun 1,8 persen. Sedangkan sektor utilitas melemah 1,3 persen.

DPR dan Senat akan memberikan suara mereka pada Senin waktu setempat untuk memuluskan jalan stimulus fiskal sebagai upaya membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Saksikan video pilihan berikut ini: