4.000 personel amankan demo terkait BBM di kawasan Monas

Sebanyak 4.000 petugas gabungan bersiaga di Patung Arjuna Widjaja (Patung Kuda) kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, guna mengamankan dan mengantisipasi aksi demonstrasi terkait kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Selasa.

"Ada sekitar 4.000 personel gabungan TNI, Polri dan DKI yang disiagakan di Monas, untuk mengantisipasi demonstrasi kenaikan harga BBM," kata Kabagops Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi Saufi Salamun ditemui di sekitar Monas, Jakarta Pusat, Selasa.

Baca juga: 3.000 personel polisi jaga demo depan gedung DPR

Dari pantauan sejak siang tadi sudah ada dua kali aksi demonstrasi untuk menolak kenaikan harga BBM di kawasan Silang Monas.

Aksi demonstrasi pertama dari puluhan massa yang berasal dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), DPP Gema Keadilan, dan Aliansi Mahasiswa Siswa Musim Indonesia pada pukul 12.30 WIB berlangsung sekitar satu jam dengan menyuarakan penolakan kenaikan BBM.

Kemudian aksi kedua berlangsung sekitar pukul 14.00 WIB dari puluhan anggota BEM Nusantara yang juga menyuarakan penolakan serupa.

Demonstrasi yang sempat diwarnai aksi pembakaran ban ini berhenti sekitar pukul 15.00 WIB, kemudian pengunjuk rasa melanjutkan aksi di depan Gedung DPR/MPR RI.

Di lokasi yang berbeda, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Komarudin menyebutkan personel gabungan yang diturunkan untuk mengamankan demonstrasi terkait kenaikan harga BBM di Monas dan Gedung DPR/MPR RI sebanyak 7.000 personel.

Baca juga: Massa buruh membubarkan diri dari depan gedung DPR RI

"Yang kami siapkan sebanyak 7.000 personel gabungan TNI dan Polri untuk menjaga Patung Kuda, Pertamina dan Gedung DPR," ucap Komarudin di Gedung DPR.

Diketahui, pemerintah pusat memutuskan menyesuaikan harga BBM bersubsidi pada Sabtu (3/9) pukul 14.30 WIB.

Adapun kenaikan harga BBM subsidi jenis Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000 per liter, solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter, Pertamax non subsidi naik dari Rp12.000 jadi Rp14.500 per liter.

Kenaikan harga BBM bersubsidi itu mencermati anggaran subsidi dan kompensasi energi yang ditanggung pemerintah naik sampai Rp502,4 triliun dari awalnya Rp152,5 triliun.

Sedangkan sebagian besar atau sekitar 70 persen BBM bersubsidi tersebut dinikmati masyarakat dengan ekonomi menengah ke atas.

Baca juga: Polisi pastikan kawal demo tanpa tindakan represif