4,23 Juta Penduduk Usia Kerja di Jawa Timur Terdampak COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat pandemi COVID-19 berdampak terhadap penambahan pengangguran dan aktivitas ketenagakerjaan penduduk usia kerja di wilayah setempat.

BPS Jawa Timur melaporkan, dari 31,66 juta penduduk usia kerja, sebanyak 4,23 juta atau 13,36 persen di antaranya terdampak COVID-19. Adapun penduduk usia kerja ini merupakan penduduk berumur 15 tahun ke atas. Demikian mengutip laman BPS Jawa Timur, Kamis (5/11/2020).

Jumlah penduduk usia kerja itu antara lain pengangguran karena COVID-19 sebanyak 318,61 ribu orang, bukan angkatan kerja karena COVID-19 sebanyak 112,43 ribu orang.

Sementara tidak bekerja karena COVID-19 sebanyak 252,57 ribu orang dan penduduk bekerja yang mengalami pengurangan jam kerja karena COVID-19 sebanyak 3,55 juta orang.

Selain itu, penduduk laki-laki yang terdampak pandemi COVID-19 lebih besar dibandingkan penduduk perempuan. Penduduk usia kerja laki-laki yang terdampak sebesar 14,61 persen, sedangkan penduduk usia kerja perempuan yang terdampak sebesar 11,87 persen.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, penduduk usia kerja perkotaan lebih terdampak pandemi COVID-19 dibandingkan penduduk usia kerja di pedesaan.

Penduduk usia kerja yang terdampak pandemi COVID-19 di daerah perkotaan 2,07 kali lipat dibandingkan penduduk usia kerja di pedesaan. Persentase penduduk usia kerja yang terdampak COVID-19 di perkotaan sebesar 18,15 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 8,75 persen.

Jika dilihat berdasarkan kelompok umur penduduk usia kerja di Jawa Timur terdapat 3,35 juta orang atau sekitar 79,28 persen dari penduduk usia kerja terdampak COVID-19 adalah kelompok usia dewasa, dalam hal ini berumur 25-29 tahun.

Pada PUK kategori muda (umur 15-24 tahun, COVID-19 berdampak pada sekitar 498 ribu orang. Pada PUK lansia (umur 60 tahun ke atas), COVID-19 berdampak pada sekitar 379 ribu orang.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kondisi Ketenagakerjaan di Jawa Timur pada Agustus 2020

Petugas mengecek suhu tubuh karyawan sebelum memasuki ruang kerja di Suntory Garuda, Jakarta, Senin (8/8/2020). Perusahaan tersebut menerapkan protokol kesehatan saat hari pertama kerja di masa PSBB transisi yang diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Petugas mengecek suhu tubuh karyawan sebelum memasuki ruang kerja di Suntory Garuda, Jakarta, Senin (8/8/2020). Perusahaan tersebut menerapkan protokol kesehatan saat hari pertama kerja di masa PSBB transisi yang diterapkan oleh Pemprov DKI Jakarta. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara itu, jumlah angkatan kerja pada Agustus 2020 sebanyak 22,26 juta orang, naik 396,37 ribu orang disbanding Agustus 2019 di Jawa Timur.

Dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 466,02 ribu orang dan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 5,84 persen pada Agustus 2020. Dilihat dari tingkat pendidikan, TPT untuk sekolah menengah kejuruan (SMK) masih mendominasi di antara tingkat pendidikan lain yaitu 11,89 persen.

Penduduk yang bekerja sebanyak 20,96 juta orang, berkurang sekitar 69,65 ribu orang dari Agustus 2019. Lapangan pekerjaan yang meningkat persentase penduduk yang bekerja terutama pertanian sebanyak 1,73 persen, perdagangan 0,51 persen, dan akomodasi dan makan minum 0,39 persen.

Sebaliknya, lapangan pekerjaan yang menurun persentase utamanya pada industri pengolahan 1,23 persen, konstruksi 0,47 persen dan jasa pendidikan 0,39 persen.

Sedangkan penduduk bekerja di kegiatan formal pada Agustus 2020 sebanyak 7,62 juta orang (36,36 persen). Sebaliknya, terdapat 13,34 juta orang (63,64 persen) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, persentase penduduk bekerja di kegiatan formal turun tiga persen.

Selain itu, dalam setahun terakhir, persentase pekerja setengah penganggur naik 3,76 persen dan persentase paruh waktu naik 3,01 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini