4.384 pasien COVID-19 sembuh, terbanyak di Jawa Barat

Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan angka kesembuhan harian pasien COVID-19 di Indonesia bertambah 4.384 orang pada Rabu pukul 12.00 WIB.

Data Satgas COVID-19 yang diterima di Jakarta hari ini menyebutkan dengan penambahan angka kesembuhan itu, total kesembuhan pasien COVID-19 sejak Maret 2020 berjumlah 5.156.034 orang.

Angka kesembuhan COVID-19 terbanyak di Provinsi Jawa Barat mencapai 1.602 orang, DKI Jakarta 1.537 orang, Jawa Timur 412 orang, dan Jawa Tengah 164 orang.

Penambahan kasus harian terkonfirmasi positif harian COVID-19 mencapai 4.563 orang. DKI menjadi provinsi yang mengalami penambahan kasus terbanyak mencapai 1.931 orang, Jawa Barat 981 kasus, Banten 493 kasus, Jawa Timur 405 kasus dan Jawa Tengah 144 kasus.

Baca juga: Penggunaan PeduliLindungi diperketat dalam Presidensi G20

Penambahan kasus harian menambah total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.358.808 orang. Sedangkan penambahan kasus kematian harian tercatat 25 jiwa, yakni di Sumatera Barat, Bali, dan Jawa Tengah masing-masing empat jiwa, DKI Jakarta dan Kalimantan Tengah masing-masing tiga jiwa.

Sisanya dilaporkan berasal dari Jawa Timur dan Riau masing-masing dua jiwa, dan Jawa Barat, Sumatera Utara, Jambi masing-masing satu jiwa. Sehingga total kasus kematian berjumlah 157.566 jiwa.

Satgas COVID-19 juga mencatat jumlah kasus aktif penderita COVID-19 yang masih menjalani perawatan dan isolasi mandiri pada hari ini bertambah 154 pasien sehingga total 45.208 pasien.

Selain itu, terdapat 6.083 orang yang masuk dalam kategori suspek. Hasil tersebut didapat setelah dilakukan pengujian pada hari ini terhadap 87.669 spesimen.

Tingkat positif atau positive rate spesimen harian adalah 9,38 persen dan untuk positivity rate orang harian adalah 10,84 persen.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin saat hadir secara virtual dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR RI, Selasa (30/8) mengatakan secara umum siklus subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 telah melampaui situasi puncak di Pulau Jawa dan Bali.

"Setiap pekan kita lihat trennya, memang masih ada kenaikan kasus, tapi kenaikannya dari pekan ke pekan sudah turun," katanya.

Tren positivity rate serta keterisian rumah sakit pada pasien BA.4 dan BA.5 juga mengalami penurunan dibandingkan data pada enam pekan yang lalu, kata Budi.

Budi mengatakan tren kasus di Jawa-Bali hampir seluruhnya telah menurun. Sedangkan di luar Jawa-Bali relatif naik, tapi secara nominal lebih rendah.

"Kalimantan sudah naik duluan, tapi sekarang trennya sudah menurun. Sulawesi dan Sumatera masih agak naik," katanya.

Baca juga: Doktor UI: Pandemi COVID-19 berdampak besar kepada pelayanan kesehatan