4,74 Ton Ikan Ilegal Asal China dan Malaysia Ditemukan di Batam

Merdeka.com - Merdeka.com - 4,74 ton ikan impor ilegal asal China dan Malaysia disegel Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Hal ini lantaran ribuan ton ikan tersebut tidak dilengkapi persyaratan impor sesuai ketentuan di Batam, Kepulauan Riau.

Direktur Jenderal Pengawasan dan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin menjelaskan, ditemukan sebanyak 4,25 ton ikan makarel asal China di cold storage PT SLA, dan 498 kg ikan bawal emas asal Malaysia di PT ATN.

Adin yang memimpin langsung operasi pengawasan importasi ikan di Batam pada 4 Juni tersebut juga menyebut, kedua komoditas perikanan tersebut masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi Persetujuan Impor (PI) dan Sertifikat Kesehatan Ikan (Health Certificate).

"Indikasinya produk ini masuk secara ilegal, dan sudah ada yang beredar di masyarakat," kata Adin. Dikutip dari Antara, Minggu (5/6).

Adin juga memastikan bahwa 4,748 ton ikan impor ilegal tersebut saat ini dalam pengawasan jajaran Pangkalan PSDKP Batam, dan telah dilakukan penyegelan.

Hal itu merupakan upaya menghentikan dan mencegah agar ikan ilegal tersebut tidak beredar di masyarakat.

"Sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh undang-undang kepada kami, seluruhnya sudah kami segel sebagai upaya melindungi masyarakat dari komoditas perikanan yang masuk tidak sesuai ketentuan," tegas Adin.

Terkait temuan tersebut, Adin menegaskan bahwa kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono di bidang importasi komoditas perikanan mengedepankan perlindungan industri perikanan dalam negeri dan menjaga stabilitas harga ikan untuk nelayan.

Oleh sebab itu, ujar dia, praktik impor komoditas perikanan ilegal ini akan diusut sampai ke akar-akarnya.

"Sesuai dengan arahan Bapak Menteri Trenggono, kami akan tindak lanjuti temuan ini agar tidak mengganggu iklim usaha perikanan dalam negeri," ucap Adin.

Adin menjelaskan bahwa pihaknya terus mendalami kasus tersebut. Praktik importasi komoditas perikanan secara ilegal ini ditengarai telah berlangsung lama. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel