4 Alasan Mengapa Menjadi Multitasking Buruk untuk Kesehatan

·Bacaan 2 menit

Multitasking selalu menjadi hal yang bernilai positif di mata semua orang. Ya, multitasking selalu menjadi kata yang dikaitkan dengan memiliki semacam keterampilan dalam mengerjakan beberapa aktivitas atau pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Ini memungkinkan kamu menyelesaikan beberapa pekerjaan lebih cepat dan lebih efisien.

Namun tanpa disadari, ini adalah salah satu kesalahan terburuk yang dilakukan orang. Melakukan banyak hal sekaligus tidak hanya memengaruhi fungsi otak kita, tetapi juga menurunkan tingkat produktivitas.

Seseorang mungkin merasakan pencapaian dalam menyelesaikan banyak tugas sekaligus. Tetapi pada kenyataannya, kamu hanya dapat menyelesaikan satu tugas yang memiliki fokus penuh.

Tugas-tugas lain menjadi tugas kedua dan seringkali mengarah pada pencapaian yang setengah hati. Berfokus pada satu hal di satu waktu akan memberi kamu kepuasan yang luar biasa. Energi kamu pun akan dipertahankan dan kamu tidak akan merasa lelah secara mental atau fisik.

Berangkat dari hal tersebut, Fimela.com kali ini akan mengulas 4 alasan mengapa menjadi multitasking buruk untuk kesehatan. Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Menghambat Fungsi Otak

Ilustrasi Sakit Kepala Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Sakit Kepala Credit: shutterstock.com

Karena otak kita tidak tahu cara fokus pada lebih dari satu hal pada satu waktu, otak kita sulit memahami informasi apa pun di luar itu.

Ketika kita memaksa diri kita sendiri untuk melakukan banyak tugas sekaligus, kita memaksa otak kita untuk memproses begitu banyak informasi dengan kecepatan yang cepat sehingga fungsinya berkurang selama periode waktu tertentu.

Memberi Efek Negatif pada Kesehatan Mental

Ilustrasi Stres Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Stres Credit: shutterstock.com

Berganti-ganti aktivitas yang berbeda secara terus-menerus pada satu waktu dapat menyebabkan stres dan kecemasan. Ini berdampak negatif pada kesehatan mental dan mengganggu kedamaian mental. Kamu ebih fokus untuk menyelesaikan tugas daripada benar-benar menikmatinya.

Kamu tidak lagi hidup di masa sekarang dan hanya mengkhawatirkan masa depan. Kemampuanmu untuk penuh perhatian hilang dan kamu tidak berkompromi dengan kesehatan mentalmu sendiri saat terburu-buru menyelesaikan tugas.

Menurunkan IQ

Ilustrasi Sakit Kepala Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Sakit Kepala Credit: shutterstock.com

Orang yang melakukan multitasking cenderung kehilangan tingkat IQ-nya dalam jangka waktu tertentu. Multitasking juga dapat mengurangi kecerdasan emosional.

Penelitian telah menunjukkan bahwa hal itu membuat Anda kurang berempati, dingin, pendiam dan mengurangi kemampuanmu untuk mengendalikan emosi dan perasaan.

Memperburuk Konsentrasi

Ilustrasi Sakit Kepala Credit: shutterstock.com
Ilustrasi Sakit Kepala Credit: shutterstock.com

Kamu akan sulit untuk fokus pada beberapa tugas sekaligus, sehingga multitasking dapat mengurangi tingkat konsentrasimu secara drastis.

Orang yang sering melakukan multitasking tidak dapat mengatur pikiran mereka. Kemampuan mereka untuk memproses informasi menjadi lebih lambat.