4 Alasan Pacarmu Gak Mau Putus Sama Kamu

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Selalu sulit untuk putus dengan seseorang. Bahkan memikirkannya membawa gelombang kenangan dan emosi. Ketika kamu telah menghabiskan dan berbagi banyak waktu dengan seseorang, sangat sulit untuk memikirkan hidup tanpa mereka. Terlepas dari semua ini, hubungan tidak selalu bertahan dalam ujian waktu. Terkadang, salah satu pasangan menjadi terlalu beracun terhadap orang lain, membuat mereka meragukan segalanya. Ini membuat mereka tidak punya pilihan selain putus dengan pasangan seperti itu. Namun, tidak selalu semudah itu. Mereka datang dengan satu atau lain alasan dan berhasil memanipulasimu agar tidak mengakhiri hubungan. Jika kamu juga menghadapi situasi serupa, inilah 5 alasan dia tidak akan membiarkanmu putus dengannya.

Dia Haus Kekuasaan

Banyak orang merasa dihargai dan percaya diri ketika mereka memiliki sejumlah kekuatan. Setiap kali kamu mengangkat topik mengakhiri hubungan, jika pacarmu mengancammu, dan mengatakan bahwa dia akan menjadi satu-satunya yang memutuskan kapan kaliam berdua selesai, maka dia haus kekuasaan. Dia bahkan mungkin berjalan keluar, hanya untuk muncul kembali setelah beberapa hari, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Dalam kasus seperti itu, gali lebih dalam dan dapatkan kekuatanmu sendiri. Katakan pada diri sendiri bahwa kamu memiliki kekuatan dalam hubungan ini dan dalam hidupmu.

Dia Ingin Seseorang Menjaganya

Sangat wajar bagi seseorang untuk merasa perlu diperhatikan. Tidak peduli seberapa sukses atau mandiri seseorang, selalu terasa menyenangkan jika ada seseorang yang peduli padanya. Menerimamu begitu saja, pacarmu ingin kamu selalu menjaganya. Dia takut siapa yang akan merawatnya jika kamu pergi. Karenanya, dia selalu memanipulasimu untuk tetap bersamanya.

Dia Tidak Ingin Melalui Perjuangan Kencan Lagi

Ilustrasi/copyright shutterstock.com
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Gagasan untuk putus lagi dan berkencan lagi membuat pacarmu stres. Pertanyaan sederhana di sini adalah mengapa dia melakukan itu, terutama jika kamu merawatnya. Semua keinginannya terpenuhi, dan dia cukup nyaman. Jadi, berhentilah membuat hidupnya begitu nyaman. Mulailah berkencan dengan teman-temanmu daripada duduk-duduk menunggunya.

Dia Egois

Pacarmu mungkin terlalu egois dan kamu putus dengannya daripada sebaliknya terlalu memalukan baginya. Gagasan menghadapi penolakan karena kamu putus dengannya membuatnya ketakutan. Karena itu, dia tidak mau menghadapinya. Gagal dalam hubungan lain sangat menyakitkan harga dirinya.

Ketika kamu menghadapi pasangan yang seperti ini, ada baiknya segera perjelas hubunganmu, jika ingin menyudahi hubungan, segera bicarakan dengannya.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel