4 Alasan Pentingnya Social Distancing Supaya Terhindar dari Infeksi Virus Corona

Bola.com, Jakarta - Pandemi virus Corona COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Imbauan terus diberikan kepada masyarakat untuk menangkal penyebaran virus tersebut.  

Mengingat angka kasus COVID-19 atau virus Corona kian meningkat dari hari ke hari, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan social distancing sejak awal Maret 2020 untuk meredam penularan virus Corona yang semakin meluas.

Namun, tidak semua masyarakat Indonesia mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah selama beberapa pekan.

Padahal, berada di rumah saja atau melakukan jaga jarak atau social distancing sangat penting. Bukan hanya menjaga diri sendiri dari infeksi virus Corona, tetapi juga menjaga orang lain agar tidak tertular dari orang-orang yang merasa sehat, namun secara tidak sadar membawa virus dan dapat menularkan kepada orang lain. 

Dr. Erni Juwita Nelwan, MD, FACP, FINASIM mengatakan ada masa inkubasi di mana seseorang merasa sehat karena sistem imun tubuh yang baik, namun tetap bisa menularkan orang lain. 

"COVID-19 adalah penyakit infeksi yang virusnya begitu agresif. Sehingga penting sekali untuk masyarakat berada di rumah saja," kata Erni di acara sharing session Fimelahood from Home in Collaboration with the Conversation Indonesia, pada Kamis (26/3/20).

Erni juga menjelaskan, ada beberapa alasan kenapa berada di rumah saja atau melakukan social distancing sangat penting untuk meredam pertumbuhan jumlah kasus virus Corona di Indonesia.  

 

1. Penularan Lewat Droplets

Ilustrasi Social Distancing. (Bola.com/Pixabay)

Menurut Erni, penularan virus Corona melalui droplets yang ukurannya macam-macam. Ada droplets besar dan kecil. Droplets besar ini akan memindahkan virus lewat tangan. Seperti ketika bersin, batuk, yang kemudian orang sakit tersebut memegang benda-benda di sekitarnya. Sementara droplets kecil menularkan virus dari orang positif Corona ke orang lain secara langsung. 

Droplets besar bisa berpindah dalam jarak kurang dari 1 meter. Sementara, droplets kecil bisa berpindah dalam jarak lebih dari 1 meter. Karena itu, penting sekali untuk menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain. 

 

2. Agresif

Virus Corona merupakan virus yang agresif dengan tingkat penularan yang tinggi dan begitu cepat. Fakta ini yang membuat social distancing mutlak harus dilakukan untuk mencegah terpapar virus Corona.  

 

3. Putus Rantai Penularan

Ilustrasi work from home (WFG), remote working, kerja remote. Kredit: Peggy und Marco Lachmann-Anke via Pixabay

Erni menjelaskan, ada sebuah penelitian yang menunjukkan, virus influenza dapat menular ke banyak orang melalui rantai penularan yang begitu panjang. Artinya, satu orang sakit bisa menularkan ke dua atau lebih orang, dan masing-masing orang yang terinfeksi juga akan menularkan lebih banyak orang lain. 

Sehingga, work from home atau WFH atau melakukan social distancing dan berdiam diri di rumah sangat penting untuk memutus rantai penularan.  

 

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.

4. Isolasi Diri Selama 14 Hari

Ketika Anda terpapar orang yang diduga atau bahkan sudah dinyatakan positif Corona, sebaiknya melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Pasalnya, masa 14 hari ini menurut Erni dinilai cukup untuk memantau perubahan pada tubuh, apakah ada gejala yang muncul di hari kesekian. 

Sumber Asli: dari berbagai sumber

Disadur dari: Fimela (Penulis Karla Farhana, published: 26/3/2020)