4 Alasan Putus Persahabatan Bisa Lebih Menyakitkan daripada Putus Cinta

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Ada di antara kita yang pernah merasa terpuruk dalam kesedihan yang berkepanjangan saat kehilangan seorang sahabat. Bahkan kesedihannya bisa lebih lama daripada kehilangan seorang kekasih. Putus persahabatan bisa lebih menyakitkan daripada putus cinta.

Tentu saja kehilangan seseorang yang sangat penting dalam hidup akan meninggalkan luka. Terputusnya sebuah hubungan yang sangat penting menghadirkan duka yang mendalam. Bagi yang pernah merasakan pahitnya kehilangan seorang sahabat, bisa jadi mengalami hal-hal seperti ini juga.

1. Persabahatan Memberi Kebahagiaan

Mengutip buku The Socrates Express, penelitian terkini mengonfirmasi apa yang diamati Epicurus dua milenium lalu: persahabatan merupakan salah satu sumber terbesar kebahagiaan kita. Kualitas persahabatan kita merupakan variabel terpenting dalam persamaan tentang kebahagiaan. Ketika persahatan berakhir, maka ada sekeping kebahagiaan kita yang juga berakhir.

2. Kehilangan Sahabat, Kehilangan Sepotong Masa Lalu

Saat kehilangan seorang sahabat, kita akan kehilangan sepotong masa lalu kita. Keberadaan teman dan sahabat sangat penting pada saat kita muda, tapi lebih penting lagi saat kita tua. Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun dan membentuk ikatan persahabatan. Kita dan sahabat kita dulunya hanya orang asing, tapi seiring waktu berjalan kita telah membagi banyak kisah dan pengalaman bersamanya. Kehilangannya bisa membuat kita kehilangan sepotong masa lalu kita.

3. Tak Menemukan Penyebab Pasti Berakhirnya Persahabatan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/artfotodima
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/g/artfotodima

Ini mungkin yang paling menyakitkan. Saat waktu terus berjalan dan semakin berjarak, hubungan persahabatan bisa merenggang dengan sendirinya. Sulit untuk menemukan awal mula merenggangnya ikatan yang ada. Sulit untuk mencari tahu penyebab pastinya putusnya sebuah persahabatan. Kita dan sahabat bisa tiba-tiba menjadi dua orang asing yang begitu jauh dari jangkauan. Meski berusaha menyangkal persahabatan tetap utuh, tapi tak bisa dipungkiri bahwa tak ada lagi keindahan yang bisa didapatkan dari ikatan persahabatan sudah hilang.

4. Putusnya Persahabatan Menghadirkan Kehampaan

Sahabat yang tadinya selalu bisa menghadirkan kehangatan kini sudah semakin menjauh. Tak ada lagi persahabatan dan ikatan yang sama. Ada kehampaan dan kekosongan yang terbentuk di dalam jiwa saat harus menerima kenyataan putusnya persahabatan. Rasa sedih dan terluka ini pun bisa begitu perih dan sulit untuk sembuh.

Mungkin kita pernah mendengar tak ada yang namanya "mantan sahabat". Namun, kadang karena situasi atau keadaan yang tak pernah kita duga, sebuah persahabatan bisa putus begitu saja. Bila kamu pernah mengalaminya atau mungkin sedang mengalaminya, semoga kesedihanmu segera luruh. Tak perlu membenci mereka yang sudah berubah. Tak perlu terus meratapi kesedihan yang ada. Cukup doakan saja semua tetap bisa bahagia dengan jalan dan pilihan hidup masing-masing.

#ElevateWomen