4 Alasan Wanita Lakukan Peremajaan Vagina, No 3 Paling Sering

Anisa Widiarini, Bimo Aria

VIVA – Tren peremajaan vagina kian hari makin banyak digemari oleh wanita. Jika beberapa tahun sebelumnya, treatment ini masih terbilang tabu di antara wanita, kini mulai banyak wanita yang tidak lagi ragu untuk melakukannya. 

Bahkan, menurut  Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Rumah Sakit Pondok Indah, Ni Komang Yeni Dhana Sari, Sp. OG, saat media gathering di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu, 14 Agustus 2019, praktek peremajaan vagina yang mulai dikenal pada tahun 2012, kini melonjak hingga 300 persen. Ia sendiri mengaku bahwa hampir setiap hari harus menangani pasien yang datang untuk melakukan peremajaan vagina. 

Lantas, sebenarnya apa saja alasan wanita untuk melakukan peremajaan wanita? Berikut beberapa rangkumannya seperti diutarakan Ni Komang. 

1. Mengembalikan rasa percaya diri

 Banyak wanita melakukan peremajaan vagina untuk mengembalikan rasa percaya diri yang hilang akibat banyak hal yang terjadi pada area vagina. Beberapa di antaranya seperti trauma fisik dan psikis.

2. Mengembalikan sensasi sensual

Yang paling banyak terjadi pada vagina seiring bertambahnya usia, selama kehamilan maupun setelah melahirkan ialah hilangnya sensasi sensual. Hal ini juga bisa terjadi akibat radiasi pada penderita kanker. Oleh sebab itu banyak pasien yang melakukan peremajaan vagina karena alasan ini.

Baca juga: 'Renovasi' Vagina, Kebutuhan atau Tren Semata?

3. Meningkatkan kualitas orgasme

Alasan lain wanita melakukan peremajaan vagina untuk meningkatkan kualitas orgasme. Pascaterapi ini, banyak wanita yang merasa telah mengalami perubahan ke arah baik. Terutama dalam hal meningkatnya kualitas orgasme dan mampu kembali merasakan sensasi seksual yang sebelumnya hilang.

4. Meningkatkan kualitas hidup

Motivasi lain banyak wanita melakukan peremajaan vagina juga untuk meningkatkan kualitas hidup. Dengan meningkatnya rasa nyaman, maka rasa percaya diri juga bertambah. Dengan begitu, kualitas hidup ikut meningkat.