4 Anak Tewas karena Bermain Banjir Jakarta, Ini Pesan Anies Baswedan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta masyarakat mengawasi kegiatan anak-anak saat banjir. Ini mengingat, ada 4 anak yang meninggal saat bermain banjir.

"Saya memberikan instruksi kepada seluruh jajaran dan mengimbau kepada seluruh masyarakat apabila anak-anak bermain di kawasan yang ada genangan, maka supaya ditegur, diajak untuk berhenti, karena bermain-main di tempat-tempat seperti ini sering berisiko, ada lubang, ada arus yang tidak terduga, akhirnya peristiwa yang tidak kita inginkan," ujar Anies di Pos Pantau Pintu Air Manggarai, Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Minggu (21/2/2021).

Berdasarkan informasi, empat dari lima korban banjir tersebut adalah anak-anak berusia tujuh tahun, 11, dan 13 tahun. Mereka terpeleset jatuh saat bermain di dekat air berarus deras.

Oleh karena itu, Anies meminta kepada siapa pun untuk bersama-sama peduli bila melihat anak-anak usia muda bermain-main dan berisiko mengancam jiwanya.

Dia meminta agar warga atau siapa pun yang melihat anak-anak untuk tak menganggapnya seperti anak orang lain.

"Pandanglah itu seperti anak kita sendiri sehingga kita ambil tanggung jawab untuk mengingatkan, menegur dan menghentikan, agar mereka tidak terpapar risiko seperti kejadian kemarin," ucap Anies.

"Mereka wafat di usia muda. Duka cita yang sangat mendalam bagi kita semua," sambung dia.

Sampai saat ini ada 49 RT di DKI Jakarta masih terendam banjir. BPBD DKI Jakarta melaporkan sebanyak 1.722 jiwa masih bertahan di 10 titik pengungsian.

Banjir Masih Menggenangi Ibu Kota

Anies Baswedan menyambangi lokasi banjir Jakarta
Anies Baswedan menyambangi lokasi banjir Jakarta

Plt Kepala BPBD DKI Jakarta Sabdo Kurnianto menerangkan, banjir di wilayah Jakarta Pusat sudah sepenuhnya surut pada pukul 21.30 WIB sejak Sabtu malam, 20 Februari 2021. Sedangkan di wilayah lainnya masih dilaporkan ada banjir dengan ketinggian air hingga 100 sentimeter.

Sabdo Kurnianto membeberkan masih ada 49 Rukun Tetangga atau RT yang terendam banjir pada hari ini per pukul 09.00 WIB. Secara keseluruhan ada 49 RT yang masih terdampak dari total 30.470 RT yang ada di Jakarta atau sejumlah 0,161 persen.

"Jumlah pengungsi sebanyak 1.722 jiwa dari 514 KK, semuanya dari wilayah Jakarta Timur," kata Sabdo.

Di Jakarta Barat, terdapat lima RW terdiri atas enam RT dengan ketinggian air 40-70 cm. Di Jakarta Selatan terdapat enam RW terdiri atas 11 RT dengan ketinggian air 40-90 cm.

"Di Jakarta Timur terdapat 12 RW terdiri atas 32 RT dengan ketinggian air 40-100 sentimeter. Total pengungsi keseluruhan berada di Jakarta Timur, yaitu 1.722 jiwa dari 514 KK," terang Sabdo.

Lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat banjir. Sabdo mengatakan empat di antaranya anak-anak dan satu pria lanjut usia.

Korban merupakan lansia 67 tahun berjenis kelamin laki-laki yang terkunci di dalam rumah, di Jatipadang, Jakarta Selatan.

Selain itu, empat anak-anak, terdiri atas tiga anak laki-laki di Jakarta Selatan dan Jakarta Barat yang hanyut terseret arus banjir saat sedang bermain.

"Satu anak perempuan usia tujuh tahun yang tenggelam di Jakarta Barat," jelas Sabdo.

Banjir Datang, Waspada Klaster Pengungsian

Infografis Banjir Datang, Waspada Klaster Pengungsian. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Banjir Datang, Waspada Klaster Pengungsian. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: