4 Anggotanya Jadi Tersangka, Tur Moge ke Sabang Dihentikan

Dedy Priatmojo, Foe Peace Simbolon
·Bacaan 2 menit

VIVA – Buntut terlibat penganiayaan terhadap dua orang anggota intel TNI, yakni Serda Muhamad Yusuf dan Serda Mistari, perjalanan rombongan motor gede (moge) Harley Davidson asal Bandung nampaknya akan berakhir. Semula mereka hendak ke Aceh.

"Mereka rencananya akan touring ke titik nol, Sabang, Aceh, tapi karena ada kejadian ini perjalanan terhenti sementara," kata Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Barat, Komisaris Besar Polisi Stefanus Satake Bayu kepada wartawan, Minggu 1 November 2020.

Baca: Aniaya Intel TNI, 4 Pengendara Moge Jadi Tersangka

Mereka bertolak dari Kota Kembang menuju ke Sabang, Aceh lewat jalur darat. Saat melintas di Bukittinggi, beberapa orang dari mereka terlibat perselisihan dengan mengeroyok dua pengendara sepeda motor yang tak lain Serda Mistari dan Serda Yusuf.

Sementara itu, empat orang jadi tersangka dan 17 orang lainnya masih berstatus saksi, karena belum didapati terlibat insiden penganiayaan di Bukittinggi. Sepeda motor mereka masih ditahan di Markas Polres Bukittinggi.

"Masih, semua masih berada di Bukittinggi. Nanti kita lihat situasi apakah mereka diperbolehkan melanjutkan perjalanan atau tidak. Sementara ini yang tidak terlibat masih menginap di salah satu hotel di Bukittinggi," katanya.

Dia menegaskan, kasus ini akan tetap diproses oleh polisi. Apalagi, sebanyak empat orang telah ditetapkan jadi tersangka. Keempatnya adalah MS (49) dan B (18), serta H (48) dan J (26).

"Enggak (damai), masih proses. Karena yang dua itu juga sudah ditahan juga. Intinya masih proses, masih proses pemeriksaan," kata dia.

Diberitakan sebelumnya, dua orang anggota Intel Kodim 0304/Agam telah menjadi korban arogansi puluhan pencinta moge ketika tengah melintas di Jalan Dr. Hamka, Kota Bukittinggi, kemarin sore.

Serda Mis dan Serda MY menjadi korban pengeroyokan setelah dirinya menghentikan rombongan pengendara moge yang hampir mencelakainya di jalan raya.

Ironisnya, meski Serda Mis dan Serda MY sudah menjelaskan bahwa dirinya adalah anggota TNI, rombongan moge itu tetap mengeroyok mereka, bahkan para pencinta motor gede itu sempat mengancam akan menembak dua anggota Intel Kodim Agam itu.

Akibat dipukuli rombongan moge itu, keduanya mengalami luka-luka. Serda Mis mengalami luka bibir pecah, kepala bengkak. Sementara itu, Serda MY mengalami bengkak di bagian kepala akibat diinjak, serta bagian perut menderita memar akibat tendangan para pelaku pengeroyokan.