4 April 1933: 73 Orang Tewas dalam Kecelakaan Penerbangan Pertama di Dunia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, New Jersey - Pada hari ini 1933, kecelakaan balon udara atau zepelin di New Jersey menewaskan 73 orang. Insiden itu menjadi salah satu bencana udara pertama dalam sejarah penerbangan, demikian seperti dikutip dari History, Minggu (3/4/2021).

Akron adalah kapal balon terbesar yang dibangun di Amerika Serikat ketika mengambil penerbangan pertamanya pada Agustus 1931. Dalam hidupnya yang singkat kurang dari dua tahun, ia terlibat dalam dua kecelakaan fatal.

Pada tahun 1932, Akron melakukan penerbangan dari New Jersey ke pangkalan militer Camp Kearny, dekat San Diego, California.

Ia berusaha mendarat dalam angin kencang, dengan tiga regu mekanik yang masing-masing ditugaskan untuk membantu menarik pesawat dan mengamankannya ke tanah dengan tali.

Tetapi Akron, yang diisi dengan helium, mulai bangkit lagi setelah para petugas mulai mengamankannya.

Tiga orang berpegangan pada tali mereka saat Akron naik ke udara; dua dari tiga jatuh dari 200 kaki dan tewas. Orang ketiga, Bud Cowart, berhasil bertahan di ujung tali selama dua jam saat Akron menyeretnya 2.000 kaki di atas tanah.

Akhirnya, kru berhasil menariknya ke pesawat melalui salah satu lubang akses.

Kecelakaan 4 April 1933 yang Lebih Fatal

Ilustrasi bendera Amerika Serikat (AFP Photo)
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (AFP Photo)

Kecelakaan kedua yang melibatkan Akron terjadi pada 4 April 1933, ketika Angkatan Laut AS menggunakan kapal udara untuk mendapatkan beberapa data teknis dari atas New Jersey.

Sudah diketahui bahwa balon udara dapat mengalami masalah dalam cuaca buruk, tetapi meskipun badai petir di daerah itu hari itu, Akron tidak di-grounded.

Sementara di udara di atas Samudra Atlantik, miskomunikasi atas arah oleh anggota kru mengirim Akron langsung ke badai alih-alih memutarinya. Angin badai menyebabkan kapal terjun hampir 1.000 kaki dalam beberapa detik.

Kru kemudian membuat kesalahan kedua: pemberat air balon udara dibuang untuk membuat kapal terbang naik. Namun, pembuangan pemberat membuat Akron mengalami kenaikan ketinggian terlalu jauh, terlalu cepat. Perangkat dan kabel penting hancur dan semua kontrol hilang. Akron terjun ke laut.

Kapal udara penyelamat J-3 dikirim untuk membantu kru Akron. Nahas, itu juga jatuh dalam badai, menewaskan dua dari tujuh awak kapal.

Hanya tiga dari 76 awak Kapal Akron yang selamat dari bencana itu. Salah satu yang selamat adalah komandan yang telah memerintahkan pembuangan pemberat pesawat.

Ini adalah bencana udara paling mematikan sejak jatuhnya kapal udara berkerangka pertama yang dibuat di Amerika Serikat, Shenandoah, yang menewaskan 14 orang pada 3 September 1925.

Simak video pilihan berikut: