4 Bahaya Tidur Usai Sahur yang Perlu Diketahui

Jakarta- Banyak tantangan yang harus dihadapi umat muslim ketika sedang menunaikan ibadah puasa di bulan Ramadan. Bahkan, sejak bangun tidur atau sebelum makan sahur, tantangan itu sudah harus dihadapi.

Bangun tidur untuk melakukan sahur menjadi hal yang tak mudah dilakukan oleh sebagaian umat muslim. Beberapa di antaranya memilih melewatkan waktu sahur karena kesulitan bangun tepat waktu.

Bisa dimaklumi, waktu sahur merupakan waktu di mana pada umumnya seseorang tidur pulas. Namun, sahur harus tetap dilakukan.

Makan saat sahur menjadi kunci untuk membangkitkan energi dalam melakukan kegiatan sehari-hari selama puasa.

Hanya, tak jarang mereka yang terus menahan kantuk, kembali tidur setelah melakukan makan sahur.

Padahal, perlu diingat, kebiasaan itu berbahaya bagi kesehatan, terutama untuk sistem organ yang bekerja dalam mencerna makanan.

Selain itu, ada banyak masalah kesehatan lain akibat tidur setelah makan sahur yang perlu diwaspadai.

Berikut Bola.com telah merangkum dari Fimela, Senin (11/5/2020), empat bahaya tidur setelah makan sahur bagi kesehatan.

1. Kenaikan Berat Badan

Ilustrasi berat badan. (iStock)

Banyak orang mengira itu dengan berpuasa dapat membuat tubuh menjadi lebih ramping. Tetapi, akan berbanding terbalik di mana tubuh menambah berat badan secara drastis. Kondisi ini bisa terjadi karena kebiasaan tidur dilakukan setelah makan.

Tidur setelah makan sahur dapat menyebabkan tubuh menyimpan lemak yang lebih banyak. Apalagi jika seseorang mengonsumsi makanan berminyak dan berlemak, hal ini akan makin mempercepat kenaikan berat badan.

Tentu saja hal ini akan makin memperburuk kondisi kesehatan, terutama bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan.

2. Memicu Stroke

Stroke adalah satu di antara penyakit yang sangat berbahaya, yang ditakuti oleh banyak orang. Risiko penyakit ini sangat berbahaya dan bisa timbul dari kebiasaan yang dianggap sepele oleh banyak orang, satu di antaranya adalah tidur setelah makan.

Menurut beberapa penelitian, kebiasaan buruk tidur saat setelah makan akan meningkatkan risiko stroke. Itulah mengapa, sebaiknya hindari kebiasaan tidur setelah makan, terutama saat makan sahur saat puasa Ramadhan.

3. Sakit pada Dada

Rasa sakit di dada seperti sensasi panas akan sering dirasakan saat melakukan tidur saat setelah makan. Hal ini terjadi saat sistem pencernaan bekerja menjadi lebih keras.

Hal tersebut dapat memicu mulas akibat kadar asam lambung meningkat. Meningkatnya keasaman di perut juga akan menyebabkan sensasi terbakar di dada.

4. Sakit Tenggorokan

Ilustrasi sakit tenggorokan (iStockphoto)

Sensasi panas tidak hanya bisa dirasakan di dada saja, tetapi juga di daerah tenggorokan. Hal ini disebabkan oleh refluks asam.

Refluks asam terjadi ketika katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya. Akibatnya, asam lambung naik ke tenggorokan dan menimbulkan sensasi terbakar.

Jika kondisi ini dibiarkan, akan makin parah dan menyebabkan peradangan.

Disadur dari: Fimela.com (Penulis: Gayuh Tri Pinjungwati. Published: 11/5/2020)