4 Cara Membuat Tape Ketan, Singkong, dan Pisang, Mudah Banget

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat tape harus dilakukan dengan benar untuk menghindari kegagalan. Tape merupakan salah satu makanan fermentasi yang banyak ditemukan di Indonesia. Makanan fermentasi dikenal manfaatnya bagi pencernaan.

Cara membuat tape biasanya menggunakan beras ketan atau singkong. Proses fermentasi dalam cara membuat tape membuat makanan satu ini memiliki rasa manis asam yang khas.

Cara membuat tape cukup mudah dilakukan. Anda bisa mencoba cara membuat tape sendiri di rumah. Cara membuat tape umumnya memakan waktu 2 hingga 3 hari. Berikut cara membuat tape ketan dan singkong, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (5/6/2021).

Cara membuat tape ketan hitam

tape ketan hitam (sumber: freepik)
tape ketan hitam (sumber: freepik)

Bahan:

1 kg ketan putih

¼ kg ketan hitam

5 biji ragi tape

Daun pisang

Cara membuat tape ketan hitam:

1. Bersihkan terlebih dahulu ketan hitam dan ketan putih seperti membersihkan beras. Usahakan untuk membersihkan hingga air benar-benar bening. Kemudian, campur antara ketan hitam dan ketan putih. Rendam dengan air selama semalam.

2. Jika sudah melewati waktu merendam selama semalaman. Bersihkan kembali ketan dengan air mengalir. Kemudian kukus hingga matang.

3. Jika sudah matang, pindahkan ke dalam wadah, bilas kembali dengan air bersih. Kukus kembali hingga benar-benar matang dan tidak pero.

4. Saat ketan sudah matang, pindahkan ke dalam wadah yang lebih lebar, ini memudahkan untuk membantu ketan cepat dingin sebelum proses peragian. Bantu menggunakan kipas angin untuk cepat dingin.

5. Jika ketan sudah dingin, haluskan ragi hingga menjadi serbuk. Taburkan ragi ke seluruh bagian ketan, hingga rata. Taburi ragi, jangan tambahkan gula supaya tape tidak masam.

6. Bungkus ketan dengan menggunakan daun pisang atau dapat juga menyimpannya di dalam wadah yang tertutup rapat.

7. Simpan ketan di tempat yang tidak terlalu terkena sinar matahari.

8. Biarkan hingga 2 hari 2 malam. Dan tape siap di nikmati.

Cara membuat tape ketan hijau

ilustrasi tape hijau (sumber: wikimedia commons)
ilustrasi tape hijau (sumber: wikimedia commons)

Bahan:

1 kg beras ketan putih

800 ml air

4 lembar daun pandan, blender dan saring. Jika menginginkan warna hijau yang lebih pekat, Anda bisa menambahkan daun suji untuk diblender bersama pandan. Pasta pandan dan pewarna hijau muda juga bisa digunakan sebagai pengganti daun pandan serta suji.

2,5 keping ragi

Cara membuat tape ketan hijau:

1. Cuci beras ketan hingga bersih. Rendam dengan air yang sudah dicampur sari pandan semalaman.

2. Panaskan panci kukusan yang sudah diisi air. Kukus beras ketan selama 10 menit.

3. Sementara itu masak 800 ml air sampai mendidih. Buka tutup panci kukusan, siramkan air mendidih perlahan ke atas beras ketan yang sedang dikukus sambil diaduk rata.

4. Kukus kembali beras ketan selama 15 menit atau hingga matang.

5. Angkat ketan kukus dari panci dan angin-anginkan sampai uap panasnya hilang.

6. Letakkan beberapa sendok ketan di wadah, lalu taburi ragi yang sudah dihancurkan.

7. Lapisi dengan beberapa sendok ketan dan taburi lagi, lalu taburi ragi kembali. Lakukan hingga semua bahan habis.

8. Tutup wadah ketan rapat dan simpan di tempat yang terlindung sinar matahari agar proses fermentasi sempurna. Diamkan selama 2-3 hari dan jangan buka wadah sama sekali agar tapai ketan menjadi manis.

Cara membuat tape singkong

Ilustrasi Tape Singkong (Image by Dian A. Yudianto from Pixabay)
Ilustrasi Tape Singkong (Image by Dian A. Yudianto from Pixabay)

Bahan:

2 kg singkong segar

2 keping ragi tape

beberapa lembar daun pisang

Cara membuat tape singkong:

1. Kupas singkong dan kerik bagian luarnya.

2. Potong sesuai selera lalu cuci sampai bersih.

3. Rebus singkong sampai ¾ matang. Tingkat kematangan ini bisa dilihat ketika daging singkong sudah bisa ditusuk dengan garpu atau lidi.

4. Angkat singkong yang telah ¾ masak lalu dinginkan.

5. Biarkan singkong benar-benar dingin. Anda bisa mendiamkannya selama 10 jam.

6. Siapkan wadah plastik dengan tutup. Lapisi wadah plastik dengan daun pisang.

7. Hancurkan dua keping ragi tape sampai benar-benar halus.

8. Tata singkong di dalam wadah yang telah dilapisi daun pisang.

9. Taburi dengan ragi yang telah dihaluskan.

10. Tutup singkong yang telah diberi ragi dengan daun pisang. Tutup kembali dengan tutup wadah. Singkong harus benar–benar tertutup agar mendapatkan hasil yang maksimal.

11. Simpan wadah di tempat kering, gelap, di suhu ruang. Diamkan selama kurang lebih 2-3 hari.

Cara membuat tape pisang

Ilustrasi Buah Pisang Credit: pexels.com/Alleksana
Ilustrasi Buah Pisang Credit: pexels.com/Alleksana

Selain ketan dan singkong, tape juga bisa dibuat dari pisang. OLahan tape pisang ini bisa ditemukan di daerah Lumajang dan Majalengka. Berikut cara membuat tape pisang yang dipaparkan oleh Sakli Abdi dari Cookpad:

Bahan:

1 sisir pisang kepok yang masak (14buah/950g)

3 butir ragi tape (10g)

secukupnya Daun pisang /jambu air

1 sdm gula pasir dibungkus daun (sebagai perangsang manis).

Cara membuat tape pisang:

1. Jemur ragi dibawah terik matahari selama 2-3jam, dinginkan. Bungkus plastik/wadah kedap udara. Diamkan 24 jam sebelum diaplikasikan. Langkah ini sangat menentukan manisnya tape yang dihasilkan.

2. Kupas pisang kepok dan kukus selama 30 menit dengan api besar. Angkat dan Dinginkan ditempat yang datar selama 12 jam (biarkan dingin alami tanpa dikipas) ditutup koran atau kain bersih.

3. Setelah pisang 12 jam, Haluskan ragi (diparut atau di uleg pakai sendok, dengan catatan tidak boleh tersentuh tangan secara langsung) lalu ayak

4. Gulingkan pisang pada ragi secara tipis tapi merata (Ingat, tidak boleh pakai tangan telanjang)

5. Masukkan pisang pada wadah bersih yang sudah dialasi, dan kemudian tutup daun bagian atasnya. Jangan lupa Tambahkan bungkusan gula lalu tutup rapat

6. Simpan di suhu ruang selama 36-48 jam. Tape manis legit siap dinikmati.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel