4 Cara Menata Diri dan Hati saat Pandemi Belum Berakhir

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Di bulan Oktober yang istimewa kali ini, FIMELA mengajakmu untuk berbagi semangat untuk perempuan lainnya. Setiap perempuan pasti memiliki kisah perjuangannya masing-masing. Kamu sebagai perempuan single, ibu, istri, anak, ibu pekerja, ibu rumah tangga, dan siapa pun kamu tetaplah istimewa. Setiap perempuan memiliki pergulatannya sendiri, dan selalu ada inspirasi dan hal paling berkesan dari setiap peran perempuan seperti tulisan Sahabat Fimela yang diikutsertakan dalam Lomba Elevate Women: Berbagi Semangat Sesama Perempuan di Share Your Stories Bulan Oktober ini.

TERKAIT: Saling Menguatkan di Situasi Pandemi dengan Membuat Sabun dari Minyak Jelantah

TERKAIT: Menjadi Ibu yang Bekerja sebagai Tulang Punggung Keluarga, Hatiku Harus Lebih Tegar

TERKAIT: 5 Tips bagi Perempuan yang Ingin Melepaskan Cinta yang Tak Bisa Dimiliki

***

Oleh: fuatuttaqwiyah channel

Pandemi tahun lalu memang menjadi catatan yang tidak akan kulupakan. Ekonomi terpuruk. Sebagian bisnis hancur. Termasuk bisnis yang sedang dijalankan suamiku. Otomatis aku sebagai istri harus mengatur ulang semua keuangan rumah tangga. Terlebih aku tinggal di kota besar.

Aku sempat limbung. Beberapa teman pun mengalami hal yang serupa. Bisnis macet, WFH, pemotongan gaji, dirumahkan, dan sebagainya. Beruntung kantor tempat bekerja masih mempekerjakanku sehingga keuangan keluargaku masih aman.

Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Pembayaran gaji mulai melambat. Beberapa kali bahkan dicicil. Hingga saat ini pun gaji bulananku masih dengan sistem yang sama, dicicil.

1. Menerapkan Keuangan Super Ketat

Sejak gaji melambat tahun lalu, aku pun mulai memasang strategi uang ketat. Apalagi aku pernah dua bulan tidak menerima gaji. Tentu saja hal itu menggoncangkan keuangan keluarga. Ditambah kondisi suami yang tidak bekerja.

Strategi uang ketat kuberlakukan. Aku benar-benar hidup dalam keadaan minimalis. Semua pengeluaran kubuat seminimal mungkin, kecuali untuk biaya bulanan yang tidak bisa kutolerir, seperti tagihan listrik, air, Wifi, dan keamanan rumah.

2. Tabungan dari Separuh Gaji

Usai mengetatkan keuangan, yang kulakukan adalah menabung separuh gaji bulanan, ketika sudah kuterima. Awalnya berat. Namun, lambat laun aku mulai bisa menabung. Terkadang memang tidak sampai setengah gaji bulanan karena pembayaran dicicil. Minimal aku bisa menabung 30% dari total gaji bulanan.

3. Ikut Komunitas Perempuan

Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/mentatdgt
Ilustrasi./Copyright shutterstock.com/id/g/mentatdgt

Sejak bergabung dengan komunitas perempuan, aku mendapatkan suntikan semangat dan optimis bisa melewati krisis pandemi. Terlebih sejak aku menjadi pengurus di komunitas tersebut. Aku sering mendapatkan job dengan nominal lumayan. Hasilnya bisa untuk menambah pemasukan keuangan rumah tangga.

Di komunitas kami memang saling menguatkan. Kami pengurus membina member dan memberdayakan mereka agar bisa mandiri secara finansial, sehat lahir dan batin. Kami sampai membuat program tentang kesehatan mental yang ternyata banyak dialami oleh kaum perempuan.

Langkah yang tidak mudah, menyadarkan para member pentingnya hidup bahagia, mencintai diri sendiri, dan sembuh dari kesehatan mental. Program yang sudah berlangsung dua tahun ini, sangat membantu para member agar bisa hidup damai dan bahagia. Mereka pun bisa merawat inner childnya. Pulih, latih, dan berkembang. Hingga kini pun, kami masih mendampingi teman-teman agar pulih dari kesehatan mental.

4. Menyebarkan Virus Menulis

Selain bergabung dengan komunitas perempuan, aku juga mempunyai komunitas yang khusus membahas literasi. Nderes Literasi namanya. Aku fokus pada para penulis atau calon penulis yang ingin berkarya baik dalam buku solo maupun antologi. Info tentang kepenulisan ada di grup. Sebisa mungkin aku merawat komunitas yang kubangun. Harapanku kelak mereka menjadi penulis yang berkualitas dan membumi.

Dalam menulis, kuajarkan memberku agar selalu menulis tentang kebaikan, optimis, dan semangat. Curhatan pribadi kularang dibagikan di media sosial. Setiap mau membagikan sesuatu, kuminta mereka untuk saring sebelum sharing.

Berbagi semangat, optimis, berita kebaikan membuat imun bertambah. Hidup yang sudah pelik, jangan ditambahi dengan hal-hal yang membuat otak berkerut dan pusing. Mari bergembira dengan kehidupan.

#ElevateWomen

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel