4 Cara Mengatasi Aplikasi PeduliLindungi yang Eror, Tak Perlu Panik

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara mengatasi aplikasi PeduliLindungi yang eror bisa membantu saat aplikasi ini tak bisa digunakan. Aplikasi PeduliLindungi merupakan aplikasi penting yang digunakan selama pandemi, terutama saat masa PPKM. PeduliLindungi digunakan untuk masuk tempat umum atau menunjukkan kartu vaksinasi.

PeduliLindungi digunakan sebagai pelacakan masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid-19. Terkadang, aplikasi ini tak bisa dibuka karena eror. Padahal aplikasi harus segera digunakan. Ada sejumlah penyebab aplikasi PeduliLindungi yang eror.

Cara mengatasi aplikasi PeduliLindungi yang eror dilakukan dengan mengatasi penyebabnya. Penyebab PeduliLindungi yang eror seperti aplikasi yang belum diperbarui, koneksi internet, penyimpanan penuh, atau aplikasi yang tidak termuat ulang dengan benar.

Tak perlu panik ketika aplikasi PeduliLindungi tidak bisa digunakan. Lakukan langkah berikut untuk mengatasinya. Berikut cara mengatasi aplikasi PeduliLindungi yang eror, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (12/9/2021).

Lakukan pembaruan

Aplikasi PeduliLindungi. Dok: Istimewa
Aplikasi PeduliLindungi. Dok: Istimewa

Salah satu penyebab aplikasi PeduliLindungi eror atau tidak bisa dibuka adalah aplikasi yang belum diperbarui. Memperbarui aplikasi sangat penting agar sistem bisa menyesuaikan kinerjanya. Pembaruan aplikasi juga bisa menghindari bug dan meningkatkan keamanan privasi.

Jika aplikasi PeduliLindungi masih merupakan versi lawas, cobalah untuk memperbarui. Caranya buka Play Store atau App Store. Ketikkan PeduliLindungi pada bilah pencari, pilih aplikasi PeduliLindungi, lalu pilih update atau perbarui. Pastikan sistem operasi perangkat dan aplikasi merupakan versi terbaru.

Periksa jaringan

Pengunjung saat scan barcode untuk memasuki mal kuningan city, Jakarta, Selasa (10/8/2021). Perpanjangan PPKM Level 4 di mal pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, melakukan scan barcode aplikasi Pedulilindungi dan memperlihatkan sertifikat vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)
Pengunjung saat scan barcode untuk memasuki mal kuningan city, Jakarta, Selasa (10/8/2021). Perpanjangan PPKM Level 4 di mal pengunjung diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, melakukan scan barcode aplikasi Pedulilindungi dan memperlihatkan sertifikat vaksin COVID-19. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Jika aplikasi sudah diperbarui tapi masih eror, coba periksa jaringan. Aplikasi PeduliLindungi bisa berjalan jika ada koneksi internet. Ini karena PeduliLindungi membutuhkan internet untuk megakses lokasi dan fitur real-time lainnya.

Pastikan ponsel sudah terkoneksi dengan internet. Pastikan juga jaringan internet stabil dan lancar ketika aplikasi dibuka. Dengan jaringan yang kuat, aplikasi PeduliLindungi bisa digunakan dengan cepat dan tepat.

Kosongkan penyimpanan

Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, diantaranya Sudirman, Kebayoran, dan Palmerah (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, diantaranya Sudirman, Kebayoran, dan Palmerah (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Masalah lain yang membuat aplikasi PeduliLindungi tidak bisa dibuka adalah penyimpanan ponsel yang penuh. Sebuah aplikasi memerlukan ruangan penyimpanan dan RAM yang cukup agar bisa beroperasi. Jika ruang penyimpanan penuh, aplikasi bisa tertutup sendiri atau bahkan tidak bisa dibuka.

Pastikan kapasitas memori cukup untuk menjalankan aplikasi. Jika penuh, Anda bisa meghapus aplikasi atau file yang sekiranya tidak digunakan. Dengan begitu aplikasi PeduliLindungi bisa berjalan dengan baik.

Muat ulang

Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, diantaranya Stasiun Jakarta Kota dan Juanda. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Calon penumpang KRL memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun, diantaranya Stasiun Jakarta Kota dan Juanda. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Cara mengatasi aplikasi PeduliLindungi selanjutnya adalah melakukan muat ulang atau refresh. Ketika aplikasi eror, penyebabnya mungkin bisa masalah kecil seperti aplikasi yang tidak termuat ulang.

Untuk mengatasinya, kamu bisa menutup aplikasi PeduliLindungi dan membukanya kembali. Tiap ponsel bisa memiliki cara muat ulang berbeda. Jadi pastikan melakukan muat ulang sesuai jenis ponsel Anda.

Cara menggunakan PeduliLindungi untuk masuk tempat umum

Berikut daftar lengkap kegiatan yang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi selama PPKM. (dok.Fimela.com)
Berikut daftar lengkap kegiatan yang wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi selama PPKM. (dok.Fimela.com)

Berikut cara menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk tempat umum:

1. Buka aplikasi PeduliLindungi dan lakukan login.

2. Tekan menu ‘Scan QR Code’, lalu scan QR Code yang terdapat pada pintu masuk.

3. Tunjukkan hasil QR Code tersebut ke petugas penjaga pintu.

4. Hasil dari pemindaian tersebut akan menentukan apakah Anda diperbolehkan masuk ke tempat tersebut atau tidak.

5. Apabila warna tersebut hijau, Anda diperbolehkan masuk.

6. Sementara itu, jika muncul warna kuning, petugas akan melakukan verifikasi ulang.

7. Terakhir, bila menunjukkan warna merah, Anda tidak diperbolehkan masuk.

Arti warna di PeduliLindungi

Petugas membantu calon penumpang memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas membantu calon penumpang memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum menaiki KRL di Stasiun Manggarai, Jakarta, Selasa (7/9/2021). PT KAI Commuter melakukan uji coba penggunaan aplikasi PeduliLindungi bagi pengguna KRL di 11 stasiun. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Ketika melakukan pemindaian di pintu masuk tempat umum, aplikasi PeduliLindungi akan menunjukkan QR COde dengan warna tertentu. Warna yang ditampilkan bisa merah, orannye (kuning) atau hijau. Ketiga warna ini punya arti tersendiri dan bisa menentukan apakah pengunjung boleh masuk atau tidak. Berikut arti warnanya:

Merah

Warna merah pada QR COde PeduliLindungi artinya pengunjung belum divaksinasi Covid-19 atau bisa juga pengunjung dalam kondisi terpapar atau kontak erat dengan Covid-19. Pengunjung yang memiliki status warna ini tidak diperbolehkan masuk ke tempat umum.

Kuning/oranye

Warna oranye kuning artinya pengunjung sudah divaksinasi dosis pertama. Pengunjung bisa diperbolehkan masuk usai petugas melakukan verifikasi lebih lanjut. Pengunjung yang memiliki warna QR COde ini wajib menerapkan protokol kesehatan sangat ketat.

Hijau

Warna hijau pada QR COde PeduliLindungi merupakan status aman bagi pemiliknya. Warna hijau artinya pengunjung sudah melakukan vaksinasi dosis lengkap dan diperbolehkan masuk tempat umum.

Hitam

PeduliLindungi mulai memberi status warna hitam bagi kategori tertentu. Warna hitam pada aplikasi PeduliLindungi artinya orang tersebut terkonformasi positif Covid-19. Kode ini juga berarti pemiliknya memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif Covid-19. Orang dengan kode hitam ini tidak diperbolehkan beraktivitas di tempat umum.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel