4 Cara Mengatasi Languishing, Rasa Hampa dan Kehilangan Motivasi saat Pandemi

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Pernahkah kamu merasa terjebak, mudah bosan, dan tidak memiliki motivasi? Waspada, bisa jadi kamu mengalami languishing.

Istilah languishing pertama kali diperkenalkan oleh sosiolog Corey Keyes. Dilansir Very Well Mind, languishing kerap dideskripsikan sebagai perasaan gelisah, tidak tenang atau kurangnya minat dalam hidup dan hal-hal yang biasanya membuat kita gembira.

Namun, tidak seperti gangguan kecemasan atau depresi, languishing lebih merujuk kepada rangkaian emosi, bukan penyakit mental. Akan tetapi orang dengan gangguan mental lebih rentan terkena languishing.

Salah satu ciri languishing adalah merasa hampa, dan merasa tidak “ada”, serta sulit fokus, membuat tubuh merasa lebih lelah dari biasanya. Menurut penelitian Keyes pada 2002, setidaknya ada sekitar 12,1 persen orang dewasa yang memiliki ciri-ciri languishing.

Beberapa orang mulai merasakannya setelah pandemi dan menganggap bahwa kelas daring sebagai penyebab utamanya, karena membuat seseorang lebih sulit memisahkan sekolah dan kehidupan pribadinya. Perasaan ini jika dibiarkan tentu mengganggu produktivitas kita sehari-hari. Lantas bagaimana cara mengatasi languishing?

1. Ambil cuti

Perasaan hampa dan kehilangan motivasi bisa menjadi pertanda languishing. Simak cara mengatasinya berikut ini! (pexels/song tung tran).
Perasaan hampa dan kehilangan motivasi bisa menjadi pertanda languishing. Simak cara mengatasinya berikut ini! (pexels/song tung tran).

Jika kamu merasa burnout dan kehilangan motivasi, cobalah untuk istirahat dan mengambil cuti. Saat cuti, lakukanlah hal-hal yang membuatmu tenang.

Hindari segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan. Dengan begitu, pikiranmu pun akan menjadi lebih segar saat kembali bekerja.

2. Membahagiakan diri

Perasaan hampa dan kehilangan motivasi bisa menjadi pertanda languishing. Simak cara mengatasinya berikut ini! (pexels/andrea piacquadio).
Perasaan hampa dan kehilangan motivasi bisa menjadi pertanda languishing. Simak cara mengatasinya berikut ini! (pexels/andrea piacquadio).

Alih-alih mencari sesuatu yang membuat kita bahagia, lebih baik kamu mencoba apapun yang akan memberikan kamu kepuasan dan perasaan senang. Misalnya, hal kecil seperti menggunakan makeup, melakukan perawatan tubuh di rumah, atau berbelanja makanan favorit.

3. Ubah pemandangan dan suasana

Perasaan hampa dan kehilangan motivasi bisa menjadi pertanda languishing. Simak cara mengatasinya berikut ini! (pexels/chirstine johnson).
Perasaan hampa dan kehilangan motivasi bisa menjadi pertanda languishing. Simak cara mengatasinya berikut ini! (pexels/chirstine johnson).

Pandemi Covid-19 membuat sebagian besar aktivitas mu dilakukan di rumah. Untuk mengatasi languishing tak ada salahnya kamu mengubah pemandangan dan suasana baru.

Misalnya, kamu bisa memilih taman dan alam terbuka untuk bekerja. Taman dan alam terbuka sangat bagus untuk mengubah suasana. Lalu jika bisa, buatlah sebuah tempat khusus untuk bekerja, terpisah dari tempat kita beristirahat. Hal ini memungkinkan fisik dan mental kita kembali segar.

4. Mencari terapi

Perasaan hampa dan kehilangan motivasi bisa menjadi pertanda languishing. Simak cara mengatasinya berikut ini! (pexels/cottonbro).
Perasaan hampa dan kehilangan motivasi bisa menjadi pertanda languishing. Simak cara mengatasinya berikut ini! (pexels/cottonbro).

Terapi memungkinkan kita untuk menavigasi perasaan baru dan menakutkan, termasuk languishing. Terapi perilaku kognitif dapat membantu seseorang membingkai ulang pemikiran negative mereka sambil mencari perilaku yang sehat.

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel