4 Dampak Buruk Bekerja Multitasking, Bisa Bikin IQ Turun

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kerap dianggap mempercepat pekerjaan, kita sering kali menerapkan kegiatan multitasking. Multitasking memang terdengar bagus untuk menyelesaikan semua pekerjaan sekaligus.

Nyatanya melakukan kegiatan multitasking tidak baik untuk otak kita. Beberapa penelitian menunjukkan multitasking sebenarnya bisa menghambat produktivitas Anda bahkan merusak otak Anda.

Multitasking adalah mengerjakan dua atau lebih secara bersamaan atau beralih bolak balik dari satu hal ke hal lain.

Melansir dari Forbes, Rabu (08/10/14), sebuah penelitian dari Stanford University menemukan bahwa menyelesaikan pekerjaan pada satu waktu lebih produktif daripada menyelesaikan semua pekerjaan sekaligus.

Nah, berikut beberapa dampak dari bekerja multitasking, dirangkum dari beberapa sumber.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

1. Bisa menurunkan IQ

Ilustrasi Orang Produktif Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Orang Produktif Credit: pexels.com/pixabay

Penelitian menunjukkan multitasking bisa menurunkan IQ Anda. Studi yang dilakukan University of London, menunjukkan bahwa peserta yang melakukan multitasking mengalami penurunan skor IQ. Penurunan skor IQ bisa turun hingga 15 poin.

2. Merusak otak

Ilustrasi Gangguan Sinkronisasi Informasi Pada Otak Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Gangguan Sinkronisasi Informasi Pada Otak Credit: pexels.com/pixabay

Sebagian individu meyakini gangguan kognitif dari kegiatan multitasking bersifat sementara. Nyatanya, sebuah penelitian baru menunjukkan kebalikannya.

Para peneliti dari University of Sussex di Inggris, menunjukkan bahwa seseorang yang sering melakukan multitasking bisa merusak otak dengan mengalami penurunan pada bagian otak yang memiliki hubungan dengan kontrol kognitif dan emosi.

3. Mengalihkan fokus

Ilustrasi WFH Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi WFH Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

Mengutip dari Very Well Mind, Selasa (12/10/21), berbagai penelitian menunjukkan bahwa multitasker lebih mudah teralihkan fokusnya dan mereka mungkin mengalami kesulitan untuk memfokuskan perhatian mereka pada satu tugas saja.

Karena terbiasa menyelesaikan semua tugas sekaligus, para multitasker akan terus menerus mengalihkan diri mereka dari tugas asli mereka dan fokus pada tugas baru. Berbeda dengan mereka yang terbiasa fokus pada satu tugas dalam satu waktu.

4. Memperlambat atau bisa mengurangi produktivitas

ilustrasi malas berpikir menyebabkan sistem kinerja otak menurun/pexels
ilustrasi malas berpikir menyebabkan sistem kinerja otak menurun/pexels

Meskipun sebagian individu percaya bahwa multitasking bisa mempercepat pekerjaan mereka, nyatanya multitasking cenderung membuat kita bekerja lebih lambat dan menjadi kurang efisien.

Menurut para psikolog, multitasking disebut dengan pengalihan tugas. Dengan mengalihkan fokus pada tugas yang baru membuat mereka tidak bisa menyelesaikan tugas dengan cepat.

Penulis:

Stephanie

Universitas Multimedia Nusantara

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel