4 Dampak Buruk Emosi bagi Kesehatan

Dian Lestari Ningsih, maschunsofwan
·Bacaan 2 menit

VIVA – Dalam menjalani roda kehidupan di atas dunia ini tentunya manusia akan dihadapkan dengan berbagai keadaan, seperti sedih, kecewa, Bahagia, dan juga marah. Setiap manusia pasti pernah dihinggapi rasa marah dan emosi, dan itu hal yang biasa. Namun, jangan terlalu larut dengan emosi dan kemarahan karena berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Nadiah Thayyarah dalam bukunya "Buku Pintar Sains dalam Al-Qur'an" menuliskan emosi dan reaksi jiwa, seperti marah, sedih takut, dan gelisah dapat meningkatkan sekresi hormon adrenalin dan nonadrenalin sehingga mengakibatkan bertambahnya detak jantung. Emosi dan reaksi jiwa lainnya kadang juga menyebabkan peningkatan tekanan darah, akibat penyempitan pembuluh arteri dan pembuluh vena.

Nadiah Thayyarah juga mengingatkan beberapa dampak emosi antara lain. Yang pertama, terjadinya peningkatan gula darah akibat pelepasan glikogen dalam liver sehingga menyebabkan penyakit diabetes. Para ahli mengatakan, sebagian besar kasus diabetes timbul karena emosi yang berlebihan. Kedua, meningkatnya kadar kolesterol sehingga menyebabkan pengerasan arteri dan mengakibatkan penyakit jantung. Ketiga,terjadinya gangguan pencernaan dan konstipasi akut. Empat, melemahnya sistem kekebalan tubuh sehingga menyebabkan timbulnya kanker akibat gangguan hormonal.

Oleh sebab itu, para dokter menganjurkan pasien mereka yang mengalami tekanan darah tinggi atau penyempitan pembuluh arteri agar menghindari emosi dan amarah. Demikian pula pasien penyakit diabetes, dianjurkan untuk menghindari emosi karena hormon adrenalin dapat menambah gula darah.

Secara ilmiah terbukti bahwa sejumlah hormon nonadrenalin dalam darah dapat bertambah sampai dua atau tiga kali lipat dalam posisi berdiri selama lima menit. Sementara hormon adrenalin, hanya naik sedikit ketika berdiri. Sementara itu, tekanan jiwa atauu emosi dapat menyebabkan penambahan kadar adrenalin dalam jumlah besar.

Oleh sebab itu, Nabi menganjurkan orang yang marah untuk duduk jika ia sedang berdiri. Jika amarahnya belum juga mereda, maka ia harus membaringkan dirinya. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Jika salah seorang dari kalian marah dan ia sedang berdiri maka hendaklah ia duduk. Jika amarahnya belum mereda maka hendaknya ia membaringkan dirinya." (HR. Ahmad).

SUMBER ASLI