4 Dampak Negatif pada Tubuh Akibat Kurang Mengonsumsi Sayuran

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Tubuh mendapatkan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, salah satu sumber nutrisi ada pada sayur-sayuran. Namun, kebanyakan orang tidak menyukai sayuran karena rasanya dianggap tidak enak dan tidak selezat mengonsumsi daging. Padahal, sayuran merupakan komposisi makanan yang baik untuk tubuh karena mengandung sejumlah gizi.

Mengonsumsi sayur secara rutin sudah terbukti dapat melancarkan metabolisme hingga meningkatkan fungsi organ tubuh. Sayuran adalah bagian penting dari makan sehat dan menyediakan sumber nutrisi, termasuk kalium, serat, dan vitamin.

Jika kamu tidak suka mengonsumsi sayuran, maka tubuh pun bisa jadi kekurangan asupan nutrisi yang dibutuhkan. Efeknya tubuh pun menjadi kurang sehat dan rentan terhadap beragam penyakit. Maka dari itu, agar kamu semakin termotivasi untuk mengonsumsi sayuran, maka kamu perlu tahu dampak negatif apa saja yang terjadi pada tubuh jika kurang mengonsumsinya.

Untuk itu, Fimela.com kali ini akan mengulas 4 dampak negatif pada tubuh akibat kurang mengonsumsi sayuran. Dilansir dari Liputan6.com, simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Mudah Mengalami Gangguan Pencernaan

Ilustrasi Gangguan Pencernaan Credit: unsplash.com/Ksenia
Ilustrasi Gangguan Pencernaan Credit: unsplash.com/Ksenia

Dampak negatif yang pertama akibat kurang mengonsumsi sayuran ialah mudah mengalami gangguan pada sistem pencernaan. Hal ini karena kekurangan serat dari asupan sayuran yang rendah. Sayuran menyediakan serat yang diperlukan untuk pencernaan yang sehat.

Kekurangan sayuran dapat menyebabkan sembelit, diare, wasir, dan diverticulosis. Ini membuat perut merasa tidak nyaman setiap waktu. Sayuran juga menyediakan nutrisi yang diperlukan untuk metabolisme makanan dalam tubuh. Kurangnya sayuran dalam pola makan dapat menyebabkan sejumlah gejala yang dapat memperburuk gangguan pencernaan.

Pendarahan Tidak Normal

Ilustrasi Pendarahan yang Tidak Normal Credit: unsplash.com/Anna
Ilustrasi Pendarahan yang Tidak Normal Credit: unsplash.com/Anna

Berikutnya, dampak negatif yang kedua akibat kurang mengonsumsi sayuran ialah pendarahan yang tidak normal. Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kale memberikan dosis vitamin K yang sehat. Nutrisi ini sangat penting untuk pembekuan darah, mineralisasi tulang dan pertumbuhan sel yang tepat. Kekurangan vitamin K dapat menyebabkan perdarahan abnormal.

Gejala mungkin termasuk perdarahan menstruasi berat, gusi berdarah dan mudah memar. Tubuh memang menghasilkan beberapa vitamin K sendiri di usus, tetapi asupan makanan diperlukan untuk memastikan bahwa Anda memiliki jumlah vitamin K yang cukup.

Meningkatkan Risiko Kanker

Ilustrasi Diagnosis Kanker Credit: unsplash.com/NCR
Ilustrasi Diagnosis Kanker Credit: unsplash.com/NCR

Selanjutnya, dampak negatif akibat kurang mengonsumsi sayuran ialah meningkatkan potensi tubuh untuk terkena kanker. Menurut American Institute for Cancer Research (AICR), tidak ada makanan yang bisa melindungi tubuh terhadap kanker. Tetapi pola makan yang dipenuhi makanan nabati dapat membantu menurunkan risiko kanker. Antioksidan seperti vitamin E, vitamin C, dan karotenoid dapat mengurangi risiko kanker dengan melindungi sel-sel sehat dari radikal bebas.

Karotenoid, pigmen termasuk beta-karoten, yang dapat ditemukan dalam bayam, sayuran berdaun gelap lainnya, buah oranye tua, ubi jalar, labu dan wortel. Kandungan ini dapat melindungi dari kerusakan sel dan dikaitkan dengan tingkat kanker yang lebih rendah.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi lemak juga dikaitkan dengan kanker. Jadi mengganti makanan yang tidak sehat itu dengan makanan kaya buah dan sayuran akan menurunkan risiko kanker.

Menyebabkan Anemia

Ilustrasi Terkena Anemia Credit: unsplash.com/Stacey
Ilustrasi Terkena Anemia Credit: unsplash.com/Stacey

Terakhir, dampak negatif yang keempat karena tubuh kurang mengonsumsi sayuran ialah mudah terkena anemia. Perlu diketahui bahwa menghindari sayuran juga menyebabkan kekurangan asam folat. Gejala yang dialami mungkin tidak terlihat, ini mengakibatkan jenis anemia yang disebut anemia megaloblastik. Anemia megaloblastik adalah jenis kelainan darah di mana jumlah sel darah merah lebih rendah dari normal.

Anemia megaloblastik disebabkan ketika sel darah merah tidak diproduksi dengan benar. Karena sel-selnya terlalu besar, mereka mungkin tidak dapat keluar dari sumsum tulang untuk memasuki aliran darah dan mengirimkan oksigen. Seseorang dengan anemia megaloblastik dapat menderita kelelahan dan sesak napas karena peran sel darah merah dalam transportasi oksigen.

Salah satu pemicu kelainan darah ini adalah kurangnya folat. Folat adalah nutrisi yang penting untuk perkembangan sel darah merah. Pola makan merupakan faktor penting dalam memastikan tubuh memiliki cukup folat. Seperti halnya vitamin C, asam folat larut dalam air, yang berarti bahwa makanan harian Anda harus mencakup asupan yang cukup untuk kesehatan yang baik.