4 Desa Devisa LPEI Serap 1.274 Petani dan Pengrajin, Sri Mulyani: Ini Masih Kecil

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, berharap Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank terus memiliki semangat memperbaiki diri, memiliki dedikasi, dan militansi untuk terus mendorong ekspor Indonesia. Salah satunya dengan terus memperluas program Desa Devisa.

Hal tersebut disampaikannya dalam rangka peringatan 12 tahun LPEI. LPEI saat ini tercatat sudah mengembangkan 4 desa devisa, terdiri dari 1.274 petani dan pengrajin di Jembrana, Bantul, Banyuwangi, dan Subang. Ia berharap jumlahnya bisa terus bertambah.

"Ini masih kecil, saya harap LPEI dapat memperluas lagi cakupan wilayah desa devisa ini di seluruh wilayah Indonesia," kata Sri Mulyani di akun Instagram miliknya, seperti ditulis pada Kamis (2/9/2021).

Dalam era digital, katanya, LPEI harus peka dan memahami tren pasar. Sehingga dapat meningkatkan kemampuan dalam menciptakan berbagai produk yang diminati, dibutuhkan, dan akhirnya dibeli oleh pangsa pasar yang dituju.

"Ini berarti membutuhkan strategi, tidak hanya pendanaan, tapi juga kreativitas dan skill di dalam membangunnya, serta bersinergi dengan yang lain," tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Program Pendampingan

Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Menteri Keuanga Sri Mulyani Indrawati (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Desa Devisa merupakan program pendampingan yang digagas LPEI. Program Desa Devisa memberi kesempatan bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkan potensi secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Sri Mulyani pun berharap LPEI dapat terus berkembang dan memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

"Kepada seluruh keluarga besar LPEI, tetap semangat, tetap maju, dan tetap memberikan yang terbaik sebagai wujud cinta Anda kepada Indonesia," ungkapnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel