4 Fakta Film Perempuan Tanah Jahanam yang Segera Berlaga di Piala Oscar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kabar bahagia datang dari dunia perfilman internasional setelah film karya sutradara Joko Anwar dipastikan segera berlaga di Piala Oscar. Komite Seleksi Oscar Indonesia (The Indonesian Oscar Selection Committe) telah memutuskan memilih film yang pernah tayang 17 Oktober 2019 di bioskop ini sebagai utusan resmi Indonesia di ajang Piala Oscar ke-93 tahun 2021.

Film Perempuan Tanah Jahanam segera berlaga di piala Oscar melalui kategori The International Feature Film Award. Film yang diproduksi bersama Base Entertainment, Ivanhoe Pictures, CJ E&M division, dan Rapi Films ini membuat publik bangga film Indonesia bisa berbicara di ajang internasional.

Penunjukan film Perempuan Tanah Jahanam untuk mewakili Indonesia di Oscar bukan tanpa alasan. Film bergenre horor-thriller dibintangi Tara Basro, Marissa Anita, Asmara Abigail, dan Christine Hakim ini berhasil masuk tangga box office dengan berhasil catatkan 1,7 juta penonton lebih.

Keberhasilan film Perempuan Tanah Jahanam ini membuat publik begitu terkesan dengan prestasi film Indonesia di kancah Internasional. Berikut Liputan6.com tulis beberapa fakta berhasil film Perempuan Tanah Jahanam tembus Piala Oscar, Selasa (10/11/2020).

1. Termasuk dalam 59 film Indonesia yang dinilai komite Piala Oscar.

Preskon film Perempuan Tanah Jahanam (Nurwahyunan/Fimela.com)
Preskon film Perempuan Tanah Jahanam (Nurwahyunan/Fimela.com)

Keberhasilan film Perempuan Tanah Jahaman menjadi wakil Indonesia di Piala Oscar cukup membuat publik bangga. Film yang bercerita tentang Maya (Tara Basro) jatuh bangun hidup di kota tanpa keluarga ini termasuk dalam 59 film Indonesia yang dinilai oleh komite Piala Oscar.

Seperti diketahui Komite Seleksi Oscar Indonesia (The Indonesian Oscar Selection Committe) telah memberikan keputusan untuk memilih film Perempuan Tanah Jahanam sebagai utusan resmi Indonesia untuk berlaga di ajang Piala Oscar ke-93 tahun 2021 untuk kategori The International Feature Film Award.

2. Anggota Komite Oscar Indonesia.

Perempuan Tanah Jahanam (Instagram/ base.id)
Perempuan Tanah Jahanam (Instagram/ base.id)

Keputusan Komite Oscar Indonesia mengirim wakil film Perempuan Tanah Jahanam dihasilkan pada rapat terakhir komite 15 Oktober lalu. Adapun Komite Seleksi Oscar Indonesia yang dibentuk oleh pengurus Persatuan Perusahaan Film Indonesia ( PPFI) terdiri atas 13 anggota.

13 anggota tersebut diketuai oleh sineas Garin Nugroho. Adapun 13 anggotanya yakni Alim Sudio, Tya Subiakto, Benni Setiawan, Widyawati, Chand Parwez Servia, Yudi Datau, Deddy Mizwar, Zairin Zain, Garin Nugroho, Hanung Bramantyo, Ilham Bintang, Sentot Sahid, dan Tittien Wattimena. Komite ini sudah bekerja sejak 10 September 2020.

3. Indonesia berpartisipasi di Piala Oscar sejak 1987.

Piala Oscar yang dilapisi emas 24 karat (tengah) yang dalam tahap penyelesaian di tempat produksi Polich Tallix Fine Art Foundry, New York, AS (13/1). (AFP/Don Emmert)
Piala Oscar yang dilapisi emas 24 karat (tengah) yang dalam tahap penyelesaian di tempat produksi Polich Tallix Fine Art Foundry, New York, AS (13/1). (AFP/Don Emmert)

Academy Award atau akrab disebut Piala Oscar merupakan penghargaan film untuk menghargai karya dalam industri film di dunia. Piala Oscar sudah diadakan sejak 16 Mei 1928. Indonesia pertama kali ikut dalam ajang piala Oscar sejak 1987.

Seperti diketahui, partisipasi Indonesia dalam mengikuti ajang Piala Oscar yakni dalam kategori Film Fitur Internasional Terbaik. Penghargaan kategori Film Fitur Internasional Terbaik diberikan setiap tahun oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences untuk film panjang yang diproduksi di luar negara Amerika Serikat.

4. Ada 21 film Indonesia yang sudah berlaga di Piala Oscar.

Ajang bergengsi Piala Oscar 2021 akan diundur hingga April 2021 (Instagram/theacademy)
Ajang bergengsi Piala Oscar 2021 akan diundur hingga April 2021 (Instagram/theacademy)

Sejak 1987, Indonesia terlibat di Piala Oscar untuk Film Berbahasa Asing Terbaik. Sejak saat itu hingga 2019, Indonesia sudah mengirimkan dua puluh satu film terbaik. Namun tidak ada satupun yang berhasil masuk dalam nominasi penghargaan tersebut.

Komite Penghargaan Film Berbahasa Asing terus mengawasi proses dan meninjau semua film yang dikirimkan oleh perwakilan setiap negara yang berpartisipasi. Setelah film diterima, maka selanjutnya adalah melihat laga film tersebut sebelum dilakukan pemungutan suara rahasia untuk menentukan lima nominasi untuk penghargaan tersebut.