4 Fakta Gempa Malang Terbaru, Kini Berstatus Tanggap Darurat Bencana

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang, Jawa Timur pada Sabtu, (10/4/2021) pukul 14.00 WIB. Akibat gempa Malang ini banyak warga yang berhamburan keluar dari rumah. Banyak terjadi korban luka ringan hingga berat dan ada pula yang meninggal dunia akibat gempa Malang.

Gempa Malang ini pun sampai dirasakan sejumlah wilayah di Jawa Tengah hingga Bali. Ada pun lokasi gempa terletak pada koordinat titik 8,95 Lintang Selatan (LS) dan 112,48 Bujur Timur (BT). Atau lebih tepatnya terjadi pada 90 km barat daya, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Belum lama terjadi gempa yang mengguncang, pagi ini terjadi gempa susulan dengan kekuatan magnitudo 5,5 terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021) pukul 06:54:58 WIB.

Berikut 4 fakta terbaru gempa Malang yang Liputan6.com kutip dari berbagai sumber, Senin (11/4/2021).

1. Pusat gempa terjadi tidak jauh dari gempa sebelumnya.

Gempa susulan terjadi di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Minggu (11/4/2021) pukul 06:54:58 WIB. Gempa dengan kekuatan M 5,5 ini terjadi tidak jauh dari lokasi pusat gempa sebelumnya yang mengguncang Malang pada Sabtu (10/4/2021) kemarin.

Pada hari Sabtu, (10/4/2021) pusat gempa terletak di koordinat titik 8,95 Lintang Selatan (LS) dan 112,48 Bujur Timur (BT). Sedangkan pagi ini pusat gempa berada di laut 80 km barat daya Kabupaten Malang atau pada koordinat 8.84 LS dan 112.41 BT.

Konten ini tidak tersedia karena preferensi privasi Anda.
Perbarui pengaturan Anda di sini untuk melihatnya.

2. Gempa susulan ini dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur hingga Yogyakarta.

Seorang jurnalis lokal merekam kerusakan ruang kelas di sebuah sekolah setelah gempa bumi di Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Gempa bumi yang kuat merusak bangunan di pulau utama Indonesia di Jawa dan mengguncang tempat wisata di Bali, kata pejabat Sabtu. (AP Photo/Hendra Permana)
Seorang jurnalis lokal merekam kerusakan ruang kelas di sebuah sekolah setelah gempa bumi di Malang, Jawa Timur, Sabtu (10/4/2021). Gempa bumi yang kuat merusak bangunan di pulau utama Indonesia di Jawa dan mengguncang tempat wisata di Bali, kata pejabat Sabtu. (AP Photo/Hendra Permana)

Gempa dengan kedalam 98 KM dengan kekuatan M 5,5 dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur hingga Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa dirasakan di Kota Malang dengan skala III-IV Modified Mercalli Intensity (MMI), Pacitan III, Wonogiri III, Trenggalek III, Nganjuk II-III, Ponorogo II-III, Blitar II-III, Gunung Kidul II, Kulonprogo II, Bantul II.

3. Gempa yang terjadi telah menelan 8 orang korban jiwa.

Rumah rusak setelah diguncang gempa 6,1 di Malang, Jawa Timur. (Dok BNPB)
Rumah rusak setelah diguncang gempa 6,1 di Malang, Jawa Timur. (Dok BNPB)

Sejak gempa pertama kali terjadi pada Sabtu, (10/4/2021) di Kabupaten Malang telah membuat sejumlah bangunan roboh. Akibatnya sejumlah warga mengalami luka ringan hingga berat, bahkan menelan korban jiwa karena tertimpa reruntuhan rumah.

Hingga Sabtu malam, pukul 21.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) JAwa Timur melaporkan, korban meninggal akibat gempa telah mencapai 8 orang. Sementara, korban luka ringan dan berat saat ini totalnya mencapai 21 orang dari Kabupaten Malang dan Lumajang.

4. Pemerintah Kabupaten Malang menetapkan status tanggap darurat.

Dua warga mengamati rumah yang mengalami kerusakan akibat dampak dari Gempabumi Selatan Malang M 6,1 di Kabupaten Malang, Sabtu (10/4). (Dok BPBD Kabupaten Malang)
Dua warga mengamati rumah yang mengalami kerusakan akibat dampak dari Gempabumi Selatan Malang M 6,1 di Kabupaten Malang, Sabtu (10/4). (Dok BPBD Kabupaten Malang)

Usai diguncang gempa pada Sabtu, (10/4/2021) dengan kekuatan M 6,1, BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Saat ini pemerintah Kabupaten Malang pun sudah menetapkan status tanggap darurat.

Tercatat kerusakan terjadi pada 14 unit sekolah, delapan unit fasilitas kesehatan dan enam unit fasilitas umum. Kemudian 355 unit rumah rusak ringan, 80 rumah rusak sedang, 27 rumah rusak ringan dan 26 rumah ibadah rusak.