4 Fakta Menarik Setelah Arema dan Persebaya Berbagi Angka di BRI Liga 1

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Arema FC dan Persebaya Surabaya harus berbagi angka dalam lanjutan BRI Liga 1 2021/2022 di Stadion Manahan, Solo (06/11/2021). Arema unggul lebih dulu lewat gol Carlos Fortes dan M. Rafli. Namun tim berjuluk Bajul Ijo ini bisa menyamakan kedudulan lewat Samsul Arif dan Marselino Ferdinan.

Sebenarnya Persebaya lebih mendominasi permainan. Tapi Arema FC justru lebih tajam dalam melakukan serangan. Terutama di babak pertama. Mereka tampil lebih tenang dan bisa memaksimalkan peluang yang didapat.

Yang pertama, Fortes berhasil mengoyak gawang Persebaya saat laga berjalan 10 menit lewat penalti. Sebab, bek Alie Sesay dianggap melakukan handsball saat menghadang laju Kushedya Hari Yudo.

Sepuluh menit berselang, giliran M. Rafli mencetak gol indah setelah mengelabuhi tiga pemain Persebaya. Tapi setelah unggul, justru Arema lengah. Jelang babak pertama usai, gawang Adilson Maringa dijebol Samsul Arif.

Petaka datang bagi Arema ketika Dendi Santoso menerima kartu kuning kedua menit 54. Arema lebih banyak ditekan dan susah payah dalam bertahan. Tapi sebuah tembakan keras pemain muda, Marselino Ferdinan menit 71 membuat skor imbang.

Hasil imbang ini membuat beberapa fakta tercipta. Berikut empat fakta menarik yang dirangkum Bola.com.

Penalti Pertama Fortes

Pada menit kesembilan, Bajul Ijo mendapat hukuman penalti. Striker Carlos Fortes pun tampil sebagai eksekutor dan mengarahkan sepakan mendatar ke sisi kiri gawang Persebaya. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pada menit kesembilan, Bajul Ijo mendapat hukuman penalti. Striker Carlos Fortes pun tampil sebagai eksekutor dan mengarahkan sepakan mendatar ke sisi kiri gawang Persebaya. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Arema FC membuat gol cepat di laga ini. Lewat eksekusi penalti Carlos Fortes. Ini merupakan penalti pertama bagi striker Portugal tersebut.

Padahal musim ini Singo Edan sudah dua kali dapat penalti. Namun penalti lainnya diambil Hanif Sjahbandi dalam laga kontra PSM Makassar di pekan pertama Liga 1.

Namun entah mengapa kali ini Fortes yang mengambilnya. Gol tersebut membuatnya mendekati puncak daftar top skorer. Dia hanya terpaut 1 gol dari pemain tersubur sementara, Youssef Ezzejjari, Ezechiel Ndouassel, Marko Simic dan Ilija Spasojevic.

Sebenarnya di babak kedua Fortes juga punya peluang emas. Sayang tendangan kerasnya tipis di samping gawang. Produktifitas Fortes sempat mandek dalam dua laga sebelumnya. Namun gol penalti ini membuktikan dia bernafsu untuk menambah koleksi golnya.

2. Catatan Kemenangan Besar Aji Terhenti

Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)
Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso. (Bola.com/Aditya Wany)

Pelatih Persebaya, Aji Santoso sebenarnya punya catatan bagus ketika menghadapi Arema. Dua pertemuan sebelumnya, Aji bisa membuat Persebaya menang telak 4-1 dan 4-2 di dua ajang berbeda. Yakni Liga 1 2019 dan semifinal Piala Gubernur Jatim. Dua ajang yang waktu itu dimainkan di tempat netral.

Kali ini sebenarnya momennya sama. Arema dan Persebaya bersua di venue netral, Stadion Manahan, Solo. Namun catatan kemenangan besar itu harus terhenti.

Karena di pertemuan ketiganya dengan Arema, Persebaya meraih hasil imbang 2-2. Bahkan Persebaya tertinggal dua gol lebih dulu. Aji melihat fakta timnya kebobolan cepat lewat penalti Carlos Fortes membuat anak asuhnya sempat kaget.

Kartu Merah Ketiga Arema

Pemain Arema FC, Dendi Santoso (kiri) berebut bola dengan pemain Persita Tangerang, Moh. Edo Febriansyah saat laga pekan kesembilan BRI Liga 1 2021/2022 antara Arema FC melawan Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (27/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pemain Arema FC, Dendi Santoso (kiri) berebut bola dengan pemain Persita Tangerang, Moh. Edo Febriansyah saat laga pekan kesembilan BRI Liga 1 2021/2022 antara Arema FC melawan Persita Tangerang di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (27/10/2021). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Arema FC untuk kali ketiga harus bermain dengan 10 pemain pada ajang Liga 1. Karena di laga lawan Persebaya, Dendi Santoso yang diusir wasit lantaran dapat dua kartu kuning di babak kedua. Sepertinya, pemain sayap senior Arema terbawa sengitnya pertandingan.

Dia melakukan dua pelanggaran beruntun kepada pemain yang sama, Reva Adi Utama. Yakni menit 53 dan 54. Keduanya diganjar kartu kuning. Sehingga Dendi harus keluar lebih cepat.

Sebelumnya, Arema sempat bermain 10 orang saat lawan PSM Makassar dan Persija Jakarta. Jayus Hariono dan Kushedya Hari Yudo yang waktu itu diganjar kartu merah oleh wasit.

Ini jadi catatan negatif bagi Arema. Lantaran saat kalah jumlah pemain, tentu mereka berjuang lebih melelahkan di lapangan. Ketika Dendi dikartu merah wasit, Arema yang dalam kondisi unggul 2-1 harus mengakhiri laga dengan hasil imbang.

Gol Perdana Wonderkid Persebaya

Marselino Ferdinan akhirnya tampil sebagai pemain penting Bajul di menit ke-71. Dia mencetak gol penyeimbang bagi Persebaya.(Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Marselino Ferdinan akhirnya tampil sebagai pemain penting Bajul di menit ke-71. Dia mencetak gol penyeimbang bagi Persebaya.(Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Sebuah gol indah lahir dalam laga ini. Gelandang Persebaya, Marselino Ferdinan yang mencetaknya di menit 71. Dari jarak cukup jauh, dia melepaskan tembakan keras yang membuat kiper tangguh Arema, Adilson Maringa tak berdaya.

Ini jadi gol pertama pemain 17 tahun itu. Dia sendiri sempat terharu dan tak menyangka tembakannya jadi gol. Tak berlebihan jika Marselino dijuluki wonderkid Persebaya dan Indonesia.

Dia juga sempat melepaskan tendangan kedua dari jarak yang sama dan on target. Tapi Maringa bisa menepisnya.

Di Mana Posisi Persebaya Saat Ini?

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel