4 Fakta Mobil Dinas Gubernur Sumbar Seharga Rp2 M yang Jadi Polemik

·Bacaan 3 menit

VIVA – Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy membuat geger publik karena membeli mobil dinas baru. Mobil dinas Gubernur Sumbar itu pun mendapatkan berbagai reaksi dari netizen dan politisi lainnya.

Namun, Mahyeldi mengaku heran mengapa ia mendadak menjadi sorotan karena membeli mobil dinas. Pasalnya, mobil tersebut sudah dibeli sejak dua bulan yang lalu.

“Itu (mobil) sudah dibeli dua bulan lalu, tapi kenapa tiba-tiba sekarang (heboh). Itu saya heran juga,” kata Mahyeldi, Selasa, 17 Agustus 2021.

Berikut ini VIVA merangkum deretan fakta mobil dinas Gubernur Sumbar seharga Rp2 miliar yang tengah menjadi polemik.

1. Harga mobil dinas baru tersebut mencapai Rp2,9 miliar

Menghabiskan anggaran lebih dari Rp2,9 miliar, tipe dua unit mobil dinas yang dibeli oleh keduanya adalah tipe Mitsubishi Pajero Sport untuk Mahyeldi Ansharullah dan Hyundai Palisade untuk Audy Joinaldy.

Jika dilihat dari laman resmi Mitsubishi Motors, satu unit Mitsubishi Pajero Sport dibanderol mulai dari Rp502,8 juta. Sementara itu, untuk mobil dinas Wagub Sumbar, Hyundai Palisade, harga yang ditawarkan mulai dari Rp788 juta.

2. Mobil dinas yang lama disebut sudah rusak

Menurut keterangan Gubernur Sumbar terkait mobil dinas barunya, tujuan pembelian mobil baru tersebut adalah karena mobil dinas yang lama disebut-sebut sudah rusak. Padahal, katanya, ia memiliki mobilitas yang cukup tinggi, sehingga membutuhkan mobil yang aman untuk digunakan saat harus keluar daerah Sumatera Barat.

“Mobil yang lama sudah rusak. Sudah diservis juga. Beberapa kali gangguan transmisinya. Jadi, tidak safety (aman). Kalau tidak salah, mobil yang saya pakai anggaran yang dialokasikan sebesar Rp1,4 miliar,” ujar Mahyeldi, Rabu, 18 Agustus 2021.

3. Menuai polemik

Beredarnya kabar Gubernur dan Wagub Sumbar yang membeli mobil dinas baru tentu menuai polemik di berbagai kalangan. Selain netizen, anggota DPRD Sumatera Barat Komisi V dari fraksi Demokrat, Nofrizon, juga angkat bicara.

Menurutnya, sebagai pemimpin rakyat, mereka seharusnya mengedepankan kepentingan masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19.

“Kan dalam masa pandemi. Refocusing anggaran juga. DPRD Sumbar sempat melakukan refocusing anggaran pokok pikiran (Pokir) untuk penanganan COVID-19 ini. Ketua DPRD Sumbar juga sampai kini masih menggunakan mobil dinas lama. Tidak menganggarkan pembelian mobil dinas baru. Tapi malah Gubernur dan Wakilnya beli mobil dinas baru,” ujar Nofrizon, Rabu, 18 Agustus 2021.

“Kalau disebut mobil lama rusak, kan mobil dinasnya banyak, tidak hanya satu. Silahkan saja cek di garasi mobilnya. Di masa pandemi ini, alangkah eloknya jika mereka menunda dulu pembelian mobil dinas baru itu. Kita saja, melakukan refocusing anggaran,” lanjutnya.

4. Mahyeldi dan Audy Joinaldy mengaku tidak tahu harga kendaraan yang dibelinya

Terkait polemik mobil dinas Gubernur Sumbar itu, Mahyeldi mengaku ia tidak tahu harga pasti mobil yang dipilihnya itu. Namun, ia mengetahui bahwa anggaran yang disediakan untuk mobil dinasnya mencapai Rp1,4 miliar.

“Saya tidak tahu harga pastinya, karena bukan saya yang membeli. Mobil yang lama masih di sini. Mobil yang saya pakai itu anggaran yang dialokasikan Rp1,4 M,” jelas Mahyeldi, Selasa, 17 Agustus 2021.

Hal senada juga dikatakan oleh Audy Joinaldy yang mengatakan tidak tahu harga mobil yang dipilihnya.

“Harganya tidak tahu. Saya dibeliin. Nanti lihat aja di website-nya. Saya pilih sendiri,” ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel