4 Fakta Pria Bopong Jenazah Anak karena Gak Dapat Ambulans, Miris!

Cesaria Hapsari, Sherly (Tangerang)

VIVA – Kehilangan seorang anak karena kecelakaan sudah merupakan pukulan berat bagi keluarga. Apalagi jika jenazah sang anak tidak bisa diurus dengan layak. Hal itulah yang dirasakan keluarga Muhammad Husein. Paman Husein harus membopong jenazah keponakannya seorang diri ke luar dari Puskesmas Cikokol karena tidak mendapatkan bantuan ambulans jenazah. 

Peristiwa memilukan itu diunggah dalam akun YouTube Tangerang Terkini. Dalam video berdurasi 06:15 menit itu, terlihat seorang pria menggendong jenazah anak kecil berselimut kain batik keluar dari Puskesmas. Saat akan menaiki jembatan penyeberangan orang (JPO), beruntung dia mendapat bantuan dari pengemudi mobil yang bersedia mengantarkannya.

Berikut beberapa fakta yang terkait dengan peristiwa menyedihkan tersebut, dirangkum dari laman VIVAnews.

Pengakuan pihak Puskesmas

Kejadian nahas itu berlangsung pada Jumat, 23 Agustus 2019. Petugas Puskesmas Cikokol, Suryadi, membenarkan adanya video yang beredar tersebut. "Hari jumat kami menerima jenazah anak kecil yang merupakan korban tenggelam di sungai Cisadane. Kemudian, kami dari puskesmas melakukan layanan membersihkan jasad tersebut," katanya, Minggu, 25 Agustus 2019. Setelah jenazah dibersihkan, pihak keluarga meminta ambulans Puskesmas untuk memulangkan jenazah Husein.

Sayangnya, dengan alasan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dijalani petugas puskesmas, permintaan tersebut ditolak. Saat kejadian berlangsung, tidak tersedia mobil jenazah di Puskesmas. Yang ada hanyalah ambulans yang diperuntukan bagi pasien yang sakit, bukan jenazah. "SOP-nya begitu, layanan ambulans untuk pasien sakit dan jenazah berbeda. Jadi, kami hanya menjalani saja," ujar Suryadi.

Pernyataan Dinas Kesehatan Kota Tangerang  

Senada dengan klaim pihak Puskesmas, Dinas Kesehatan Kota Tangerang memberikan pernyataan serupa. Perbedaan layanan mobil ambulans khusus jenazah dan pasien memang harus dilakukan. Pasalnya ambulans yang digunakan untuk pasien sakit harus dalam keadaan steril. Sedangkan untuk layanan ambulans jenazah sudah disediakan oleh pemerintah setempat secara gratis dengan tim reaksi cepat yang bisa dihubungi melalui nomor 112.

"Sebenarnya bukan dilarang, tapi memang ada perbedaan penggunaan mobil ambulans untuk pasien dan untuk jenazah, itu tidak disamakan. Dan jangan masyarakat mengambil kesimpulan kalau layanan penggunaan ambulans dilarang. Kami juga di sini mengimbau agar masyarakat dapat pula memilah fasilitas yang diberikan Pemerintah Kota Tangerang," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Liza Puspadewi, Minggu, 25 Agustus 2019, dikutip dari VIVAnews.

Layanan ambulans jenazah susah diakses

Supriyadi, pria yang membopong jenazah Husein ternyata merupakan paman bocah tersebut. Saat dihubungi oleh VIVAnews, Supriyadi bercerita, "Saya lihat langsung, jasad keponakan saya sudah kaku. Saya enggak bisa tahan tangis lagi. Dia keponakan yang dekat dengan saya. Setelah ayahnya meninggal sejak dia lahir dan ia hanya tinggal dengan ibunya saja.” Setelah jenazah dibersihkan, ia meminta pihak Puskesmas mengantar jenazah Husein. Permintaannya ditolak dengan alasan yang disebutkan di atas.

Meski begitu, petugas Puskesmas mencoba menghubungi nomor layanan kesehatan cepat tanggap 112 milik Pemerintah Kota Tangerang yang menyediakan mobil jenazah gratis. Tapi sayangnya, setelah ditunggu oleh keluarga Husein, layanan mobil jenazah tersebut nyatanya tidak dapat diakses.

"Kami sudah nunggu hampir dua jam, tapi enggak datang juga mobilnya. Petugasnya bilang, kalau sinyalnya jelek. Saya sudah kesal mendapati layanan buruk itu, dan kasihan kepada keponakan saya yang terlalu lama didiamkan. Akhirnya, saya inisiatif gendong jenazah keponakan saya, kemudian jalan menyeberangi JPO untuk naik ojek," terang Supriyadi.

Akan dilakukan klarifikasi

Akan dilakukan klarifikasi kepada kedua belah pihak terkait kasus tersebut. Hal itu ditegaskan oleh Asisten Daerah II Tangerang, Asep Suparman. Ia mengatakan pihaknya akan melakukan klarifikasi kepada pihak Puskesmas Cikokol dan keluarga korban.

"Kita belum lihat sejauh mana puskesmas tersebut melayani masyarakat. Makanya kita akan lakukan klarifikasi kepada kedua pihak supaya tahu titik terang dan di mana permasalahan dan kesalahpahamannya. Karena kalau untuk layanan ambulans untuk jenazah, sudah disediakan pemerintah secara gratis. Ini akan kita luruskan," ujarnya.