4 Fakta Terkait Bencana Pergerakan Tanah Pemukiman Warga di Bogor

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bencana pergerakan tanah melanda pemukiman warga di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Akibatnya, ratusan warga pun terpaksa mengungsi. Bencana tanah bergerak tersebut terjadi sejak Sabtu sore, 13 November 2021 dan telah menyebabkan tiga rumah rusak, sebelumnya dua rumah serta 46 rumah lainnya kini terancam.

"48 KK terdiri 180 jiwa sudah diungsikan ke SDN Gunung Batu 2 dan 9, di rumah tetangga yang lokasinya aman," kata Sekretaris Camat Sukamakmur, Bakri Hasan, Senin 15 November 2021.

Sementara itu, disampaikan Kepala Desa Sukawangi H. Budi, pergerakan tanah terjadi di Kampung Cigadel, Selawangi, Ganda, dan Cibinglu.

"Seluruh rumah yang terdampak bencana alam ini sudah diungsikan ke gedung SDN Gunung Batu. Ini menyusul pergerakan tanah yang masih terus terjadi," ucap Budi.

Berikut sederet fakta bencana pergerakan tanah di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor dihimpun Liputan6.com:

1. Terjadi Sejak Sabtu Sore, Ratusan Warga Mengungsi

Lokasi bencana pergerakan tanah yang terus meluas di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). (Liputan6.com/Achmad Sudarno)
Lokasi bencana pergerakan tanah yang terus meluas di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). (Liputan6.com/Achmad Sudarno)

Ratusan warga di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat diungsikan sementara ke tempat aman menyusul bencana pergeseran tanah melanda pemukiman warga. Tanah bergerak tersebut terjadi sejak Sabtu sore, 13 November 2021.

"48 KK terdiri 180 jiwa sudah diungsikan ke SDN Gunung Batu 2 dan 9, di rumah tetangga yang lokasinya aman," ujar Sekretaris Camat Sukamakmur Bakri Hasan, Senin 15 November 2021.

Menurut dia, ratusan jiwa diungsikan untuk meminimalisasi jatuhnya korban. Sebab curah hujan di wilayah itu masih cukup tinggi.

"Siang ini sudah mendung, seperti mau hujan lagi. Makanya tim dari BPBD, Tagana dan lainnya terus memantau pergerakan tanah ini," terang Bakri.

2. Jalan Amblas Kedalaman 50 Cm

Merujuk informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai potensi gerakan tanah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada November 2021 (BNPB Indonesia)
Merujuk informasi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengenai potensi gerakan tanah di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada November 2021 (BNPB Indonesia)

Basri mengatakan, selain merusak bangunan rumah, pergerakan tanah juga mengakibatkan badan jalan menuju Kampung Cigadel amblas dengan kedalaman sekitar 50 cm.

"Jalan tidak bisa dilalui kendaraan karena kerusakannya cukup parah. Kondisi diperparah ada tanah longsor," kata dia.

Basri menambahkan, petugas BPBD dan Tagana juga telah mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi.

"Alhamdulillah, tenda darurat untuk dapur umum ada," pungkas Basri.

3. Tiga Rumah Rusak Berat, Puluhan Lainnya Terancam

Tim SAR Brimob Polda Jabar membantu mengeakuasi warga terdampak longsor pada februari lalu. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)
Tim SAR Brimob Polda Jabar membantu mengeakuasi warga terdampak longsor pada februari lalu. Foto (Liputan6.com / Panji Prayitno)

Bencana pergerakan tanah terus meluas di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat (Jabar). Jumlah rumah yang rusak di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Cianjur itu pun terus bertambah.

Kepala Desa Sukawangi H. Budi menyebutkan, pergerakan tanah terjadi di Kampung Cigadel, Selawangi, Ganda, dan Cibinglu. Dari pendataan jumlah rumah rusak berat tercatat tiga unit, yang sebelumnya dua rumah.

"Sedangkan yang terancam sebanyak 45 rumah, jadi total 48," kata Budi.

4. Warga yang Mengungsi Butuh Bantuan

Gerakan tanah menyebabkan 79 jiwa mengungsi, di Karanggintung, Gandrungmangu, Cilacap. (Foto: Liputan6.com/BPBD Cilacap)
Gerakan tanah menyebabkan 79 jiwa mengungsi, di Karanggintung, Gandrungmangu, Cilacap. (Foto: Liputan6.com/BPBD Cilacap)

Menurut Budi, seluruh rumah yang terdampak bencana alam ini sudah diungsikan ke gedung SDN Gunung Batu. Ini menyusul pergerakan tanah yang masih terus terjadi.

"Jumlah warga di empat kampung yang menjadi korban sebanyak 198 jiwa. Mereka sudah tinggal di pengungsian dan tinggal di rumah kerabat," ucap dia.

Dari 198 jiwa korban bencana pergerakan tanah itu terdapat 10 balita, 17 lansia dan 17 orang ibu menyusui. Data tersebut sudah dilaporkan dan diharapkan mendapat perlakuan khusus dari Pemkab Bogor. Apalagi para korban kini tinggal di tempat seadanya di ruang sekolahan.

"Sampai hari ini belum ada bantuan dari Pemda. Yang mendirikan dapur umum juga dari ibu PKK dan Kader Posyandu. Para pengungsi butuh makanan, susu, pampers, dana selimut," jelas Budi.

(Muhammad Fikram Hakim Suladi)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel