4 Fakta Terkait Video Viral Keributan Paspampres dengan Petugas PPKM

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Belum lama ini viral video yang memperlihatkan keributan di jalur penyekatan PPKM Darurat di Jalan Daan Mogot, yang melibatkan seorang Paspampres.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, ada kesalahpahaman antara Paspampres dengan petugas yang bertugas di lapangan.

"Memang ada kesalapahaman dengan anggota yang melakukan penyekatan. Tapi sekarang sudah selesai, situasi sudah kondusif," ujar Ady saat dihubungi, Kamis, 8 Juli 2021.

Senada, Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto juga menyampaikan adanya kesalahpahaman.

Kesalahpahaman itu terjadi antara petugas yang berjaga di jalur penyekatan PPKM Darurat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat dengan anggotanya yang bernama Praka Izroi Gajah.

"Aturan PPKM Darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor esensial, nonesensial, kritikal yang bekerja di sektor ini boleh melewati penyekatan," kata Agus dalam keterangan tertulis diterima.

Berikut fakta-fakta terkait video viral keributan antara Paspampres dengan petugas dihimpun Liputan6.com:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

1. Salah Paham dengan Petugas Penyekatan

Petugas Dishub melakukan penyekatan di salah satu jalan di Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlaku mulai hari ini Sabtu, 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021, untuk mengurangi penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Petugas Dishub melakukan penyekatan di salah satu jalan di Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat berlaku mulai hari ini Sabtu, 3 Juli sampai dengan 20 Juli 2021, untuk mengurangi penyebaran Covid-19. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo mengkonfirmasi video viral di media sosial yang memperlihatkan keributan di jalur penyekatan Jalan Daan Mogot, yang melibatkan seorang Paspampres.

"Memang ada kesalapahaman dengan anggota yang melakukan penyekatan. Tapi sekarang sudah selesai, situasi sudah kondusif," kata Ady saat dihubungi, Kamis, 8 Juli 2021.

2. Masalah Sudah Selesai dan Kondusif

Polisi Lalu Lintas mengarahkan kendaraan untuk putar balik di titik penyekatan Jalan Raya Bogor, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Seiring diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali 3-20 Juli 2021, petugas melakukan penyekatan untuk menekan penyebaran virus COVID-19. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Polisi Lalu Lintas mengarahkan kendaraan untuk putar balik di titik penyekatan Jalan Raya Bogor, Jakarta, Sabtu (3/7/2021). Seiring diberlakukannya PPKM Darurat Jawa-Bali 3-20 Juli 2021, petugas melakukan penyekatan untuk menekan penyebaran virus COVID-19. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Ady mengungkapkan, langsung menemui Komandan Paspamres untuk meminta maaf terhadap kejadian teraebut. Sehingga masalah sudah selesai.

"Permasalahan ini sudah selesai, saya juga sudah minta maaf secara langsung kepada Danpaspamres," ucap dia.

Menurut Ady, polisi yang bersitegang dengan Paspampres tersebut diperiksa di Bid Propam Polda Metro Jaya. Total ada 4 yang diperiksa.

"Sedang diperiksa oleh Bid Propam untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Ady.

3. Petugas di Lapangan Belum Memahami Aturan

Angota Paspampres mengikuti apel pasukan TNI-Polri untuk pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Sebanyak 31 ribu personel gabungan TNI-Polri akan diterjunkan untuk mengamankan pelantikan pada 20 Oktober 2019. (merdeka.com/Imam Buhori)
Angota Paspampres mengikuti apel pasukan TNI-Polri untuk pengamanan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih di Silang Monas, Jakarta, Kamis (17/10/2019). Sebanyak 31 ribu personel gabungan TNI-Polri akan diterjunkan untuk mengamankan pelantikan pada 20 Oktober 2019. (merdeka.com/Imam Buhori)

Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) Mayjen TNI Agus Subiyanto mengatakan, ada kesalahpahaman antara petugas yang berjaga di jalur penyekatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat dengan anggotanya yang bernama Praka Izroi Gajah.

"Aturan PPKM Darurat belum dipahami petugas di lapangan tentang sektor esensial, nonesensial, kritikal yang bekerja di sektor ini boleh melewati penyekatan," kata Agus dalam keterangan tertulis diterima.

Agus mengatakan, anggota Paspampres termasuk dalam sektor yang dikecualikan dalam penyekatan sesuai Instruksi Mendagri Nomor 15 Tahun 2021 tentang pemberlakuan PPKM Darurat Jawa dan Bali 3-20 Juli 2021.

"Apabila aturan tidak dipahami petugas, maka akan terjadi miskomunikasi antara warga yang bekerja di sektor yang ditentukan dengan petugas PPKM," terang dia.

4. Minta Seluruh Petugas Memahami Aturan PPKM Darurat

Anggota Paspampres berpakaian batik melakukan penyisiran di sekitar Gedung Graha Saba Buana, Solo, Selasa (9/6/2015). Gedung tersebut akan digunakan sebagai tempat resepsi  pernikahan Gibran dan Selvi pada 11 Juni 2015. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Anggota Paspampres berpakaian batik melakukan penyisiran di sekitar Gedung Graha Saba Buana, Solo, Selasa (9/6/2015). Gedung tersebut akan digunakan sebagai tempat resepsi pernikahan Gibran dan Selvi pada 11 Juni 2015. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Agus menambahkan, 75 persen anggotanya tinggal di luar asrama Paspampres. Mereka tersebar di wilayah Jabodetabek.

Karenanya, anggotanya hampir setiap hari pulang pergi berdinas dan melewati titik 2 penyekatan.

"Saya sudah koordinasi dengan para Dansat TNI dan Polri di lapangan untuk memahami aturan PPKM Darurat. Jadi untuk kejadian ini sudah aman," tandas Agus.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel