4 Fungsi AJB Rumah yang Wajib Anda Tahu

4 Fungsi AJB Rumah yang Wajib Anda Tahu
4 Fungsi AJB Rumah yang Wajib Anda Tahu

RumahCom – AJB atau singkatan dari Akta Jual Beli adalah bukti asli dari transaksi jual beli serta peralihan hak atas tanah atau bangunan secara lunas. Membeli sebuah properti tanpa adanya AJB akan menghilangkan posisi Anda yang kuat bahwa Anda telah memiliki sebuah properti dan melakukan pembayaran secara penuh kepada pihak penjual.

Tak hanya itu fungsi AJB juga wajib Anda ketahui karena AJB merupakan dokumen penting yang tidak tergantikan sebagai bukti sah atas pembelian properti. Bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai fungsi AJB rumah, berikut penjelasan detailnya yang bisa Anda temukan di artikel ini:

  • Fungsi AJB Rumah

  • Aturan Penandatanganan AJB Rumah

  • Cara Membuat AJB Rumah dan Syaratnya

  • Biaya Mengurus AJB Rumah

Berikut penjelasan detail mengenai fungsi AJB rumah dan persyaratannya yang bisa Anda simak di bawah ini.

[ArticleCallout]{ “title”: “Akta Jual Beli Tanah: Penjelasan, Syarat, dan Cara Membuatnya”, “excerpt”: “Simak penjelasan AJB, syarat dan cara membuatnya di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/akta-jual-beli-tanah-69791”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel/1110×624-crop/wp-content/uploads/sites/5/2022/08/Alt-text-Akta-Jual-Beli-Tanah_-Penjelasan-Syarat-dan-Cara-Membuat.png” } [/ArticleCallout]

Fungsi AJB Rumah

<em>Dokumen ini berfungsi sebagai dasar bagi penjual dan pembeli untuk memenuhi tanggung jawab masing-masing dalam pembelian dan penjualan rumah atau tanah.</em>
Dokumen ini berfungsi sebagai dasar bagi penjual dan pembeli untuk memenuhi tanggung jawab masing-masing dalam pembelian dan penjualan rumah atau tanah.

AJB adalah bukti transaksi resmi rumah atau tanah dengan harga yang disepakati bersama beserta persyaratan lainnya. Dokumen ini berfungsi sebagai dasar bagi penjual dan pembeli untuk memenuhi tanggung jawab masing-masing dalam pembelian dan penjualan rumah atau tanah. Akta jual beli atau ajb merupakan bukti untuk menggugat kewajiban pihak yang lalai jika salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya.

Berikut fungsi AJB lainnya sebagai berikut:

  • Akta jual beli bisa menjadi sebuah bukti yang kuat bahwa telah terjadi transaksi jual beli rumah atau tanah secara sah dengan harga dan berbagai ketentuan lainnya yang sudah disetujui oleh kedua belah pihak.

  • Menjadi sebuah landasan utama supaya kedua pihak antara penjual dan pembeli saling memenuhi kewajibannya masing-masing dalam proses jual beli rumah atau tanah yang sedang dilakukannya.

  • Apabila diantara salah satu pihak ada yang gagal dalam melakukan kewajibannya terhadap properti yang dimaksud maka akta jual beli tersebut bisa dijadikan sebagai bukti utama untuk menuntut kewajiban dari pihak yang gagal memenuhi kewajibannya.

  • Akta jual beli juga perlu Anda simpan dengan baik, supaya Anda bisa melakukan penjualan lagi properti yang sudah Anda beli secara sepenuhnya.

Nah, sekarang Anda sudah mengetahui fungsi dari AJB rumah. AJB rumah juga penting untuk membantu proses surat peralihan dari pemilik lama properti tersebut atau untuk balik nama. Jadi, pastikan saat Anda membeli rumah semua dokumen yang dibutuhkan lengkap ya. Cek daftar hunian di kawasan Cinere dibawah Rp1 miliar di sini!

Aturan Penandatanganan AJB Rumah

<em>Seperti surat perjanjian pada umumnya, Akta Jual Beli rumah memerlukan adanya dua pihak yang terkait.</em>
Seperti surat perjanjian pada umumnya, Akta Jual Beli rumah memerlukan adanya dua pihak yang terkait.

Penandatanganan dan pembuatan Akta Jual Beli menjadi hal yang penting dan wajib dilakukan dalam proses transaksi jual beli tanah karena pada saat itu hak-hak atas tanah beralih dari satu pihak kepada pihak lainnya.

Seperti surat perjanjian pada umumnya, Akta Jual Beli rumah memerlukan adanya dua pihak yang terkait, yaitu pembeli dan penjual. Masing-masing harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditentukan. Berikut adalah beberapa aturan penandatangan AJB rumah mencakup:

  • Pihak penjual yang mempunyai wewenang untuk menjual properti merupakan pasangan suami istri, ahli waris (harus ada persetujuan dari semua pemegang ahli waris), mereka yang berusia lebih dari 17 tahun, atau pihak yang diberi kuasa.

  • Jika penjual statusnya telah menikah, maka penandatanganan AJB rumah wajib melampirkan surat persetujuan. Pasalnya, dalam perkawinan umumnya terdapat harta yang tergabung dari suami-istri, termasuk hak atas tanah.

  • Jika suami atau istri penjual telah meninggal dunia, maka harus ada Surat Keterangan Kematian dari kantor Kelurahan. Anak-anak dari pernikahan hadir dalam pertemuan tersebut sebagai ahli waris.

  • Dalam Akta Jual Beli rumah, anak-anak tersebut wajib memberikan persetujuan sebagai ahli waris, menggantikan persetujuan dari suami atau istri yang meninggal.

  • Jika pemilik properti adalah sebuah perusahaan, maka pihak penjual yang berwenang adalah direksi perusahaan tersebut.

  • Pembeli juga dibatasi dalam melakukan pembelian tanah. Jika mengatasnamakan perusahaan, maka Anda tidak boleh membeli tanah dengan sertifikat hak milik. Hal yang sama berlaku untuk warga negara asing.

  • Penandatanganan AJB wajib dilakukan di hadapan PPAT, dan biasanya disaksikan oleh dua orang saksi yang juga turut menandatangani AJB. Saksi boleh berasal dari kantor PPAT tersebut

  • Akta jual beli rumah yang telah ditandatangani selanjutnya akan dibawa ke Kantor Pertanahan oleh PPAT, untuk mengurus balik nama sertifikat. Proses ini biasanya memakan waktu satu hingga tiga bulan lamanya.

  • Soal anggaran, selain harga jual-beli tanah, biaya lain yang perlu dikeluarkan oleh penjual maupun pembeli adalah Pajak Penghasilan (PPh) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

  • Pajak Penghasilan wajib dibayar oleh penjual sebesar lima persen dari harga tanah, sedangkan pembeli wajib membayar BPHTB sebesar lima persen setelah dikurangi Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).

[PropertyTip]Cek segala prosedur penandatangan AJB rumah untuk mencegah adanya masalah dalam pengurusan AJB rumah.[/PropertyTip]

Cara Membuat AJB Rumah dan Syaratnya

<em>Pembuatan AJB rumah sudah diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No.08 Tahun 2012. (Foto: Unsplash – Tierra Mallorca)</em>
Pembuatan AJB rumah sudah diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No.08 Tahun 2012. (Foto: Unsplash – Tierra Mallorca)

Sebelum Anda membuat AJB rumah, pihak penjual dan pembeli wajib memenuhi hak dan kewajibannya masing-masing seperti penjual memiliki dokumen-dokumen sah yang lengkap dan benar, serta pembeli melakukan negosiasi harga yang telah disepakati.

Pembuatan AJB rumah sudah diatur dalam Peraturan Kepala Badan Pertanahan Nasional No.08 Tahun 2012 Tentang Pendaftaran Tanah. Berikut beberapa syarat untuk membuat AJB yang biasanya akan diminta oleh petugas PPAT, meliputi:

  • Data Tanah yang harus lengkap dari pihak penjual yaitu mencakup;

  • Pajak Bumi Bangunan (PBB) 5 tahun terakhir dan disertai Surat Tanda Terima Setoran

  • Sertifikat tanah (dilampirkan untuk pengecekan balik nama)

  • Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

  • Bukti pembayaran rekening listrik, telepon dan air

  • Surat Roya dari Bank (jika masih hipotik)

  • Pajak penjual berupa Pajak Penghasilan (PPh) final

  • Pajak pembeli berupa Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

  • Besaran PPh final adalah 2,5% dari nilai perolehan hak. Sementara besar BPHTB adalah 5% dari nilai peroleh hak setelah dikurangi dengan Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP).

Untuk syarat dokumen AJB rumah yang harus dipenuhi oleh pihak penjual dan pembeli sebagai berikut:

Persyaratan bagi penjual:

  • Salinan atau fotokopi Kartu Tanda Penduduk (Suami/Istri)

  • Salinan atau fotokopi Kartu Keluarga (KK)

  • Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT)

  • Surat bukti atas hak tanah

  • Surat Keterangan dari Kepala Desa atau Camat

  • Surat tanda terima setoran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB)

Persyaratan bagi pembeli:

  • Salinan atau fotokopi Kartu Tanda Penduduk (Suami/Istri)

  • Salinan atau fotokopi Kartu Keluarga (KK)

  • Salinan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Biaya Mengurus AJB Rumah

<em>Datang ke cabang bank pelaksana dan isi formulir pengajuan untuk mengajukan KPR FLPP. (Foto: Unsplash – Mohd Azrin)</em>
Datang ke cabang bank pelaksana dan isi formulir pengajuan untuk mengajukan KPR FLPP. (Foto: Unsplash – Mohd Azrin)


Setiap notaris yang membantu proses pengurusan AJB sudah memiliki daftar biaya yang sudah ditentukan berdasarkan Undang-Undang No.30 Tahun 2004, pasal 36 ayat 1 tentang honorarium notaris.

Inilah besaran nilai ekonomis yang perlu dibayarkan adalah sebagai berikut:

  • Nilai properti sampai dengan Rp100.000.000 (seratus juta Rupiah), honor yang diterima paling besar adalah sebesar 2,5%.

  • Nilai properti di atas Rp100.000.000 (seratus juta Rupiah), honor yang diterima paling besar adalah sebesar 1,5%.

  • Apabila nilai properti di atas Rp1.000.000.000 (satu miliar Rupiah), honor yang diterima paling besar adalah sebesar 1%.

Jika dilihat berdasarkan nilai sosiologis yang ditentukan berdasarkan fungsi sosial dari objek, setiap akta dengan honorarium yang diterima paling besar adalah sejumlah Rp5.000.000 (lima juta Rupiah).

Selain biaya PPAT, terdapat biaya lain yang perlu Anda bayarkan saat mengurus AJB, yakni PPh atau Pajak Penghasilan dan BPHTB atau Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

PPh perlu dibayarkan oleh penjual dengan nilai sebesar 5% dari harga properti. Bagi penjual perlu membayar BPHTB sebesar 5% setelah dikurangi nilainya oleh Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NJOPTKP).

Tonton video berikut ini untuk mengetahui cara membuat AJB rumah!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah