4 Gebrakan Aprilia di MotoGP 2022, Kini Jadi Penghuni Papan Atas Klasemen

Bola.com, Jakarta - Tak pelak lagi Aprilia Racing sukses membawa angin segar ke dalam kompetisi MotoGP 2022.

Sejak kembali berlaga di kelas para raja pada 2015 lalu, Aprilia kerap dibilang sebagai skuad papan bawah karena sangat sulit bertarung memperebutkan podium dan bahkan kerap mengalami berbagai kendala teknis akibat kurangnya keandalan mesin.

Namun, sejak Massimo Rivola datang untuk menjabat sebagai CEO Aprilia Racing pada awal 2019, Romano Albesiano selaku Manajer Teknis bisa benar-benar fokus mendesain motor RS-GP yang tangguh. Selain perubahan struktur organisasi, Aprilia juga memutuskan mengubah konsep mesin.

 

Perubahan ini mantap, Aleix Espargaro membuktikannya lewat podium di Silverstone, Inggris, tahun lalu. Pada pertengahan lalu pula, mereka kedatangan Maverick Vinales yang berpisah dari Monster Energy Yamaha.

 

 

Aprilia Menggila di MotoGP 2022

Pembalap Aprilia Gresini, Maverick Vinales, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP San Marino yang digelar di Sirkuit Marco Simoncelli, Jumat (17/9/2021) sore WIB.(AFP/Lluis Gene)
Pembalap Aprilia Gresini, Maverick Vinales, menjadi yang tercepat pada sesi latihan bebas pertama (FP1) MotoGP San Marino yang digelar di Sirkuit Marco Simoncelli, Jumat (17/9/2021) sore WIB.(AFP/Lluis Gene)

Meski mentalitas Vinales dipertanyakan, Aprilia terbukti tepat dengan memercayai talenta pembalap Spanyol itu.

Musim ini, Aprilia menggila. Dalam 11 seri pertama, mereka secara total mengoleksi enam podium, salah satunya merupakan kemenangan.

Tak tanggung-tanggung, mereka juga meramaikan perebutan gelar juara. Berikut empat gebrakan Aprilia di MotoGP 2022 yang bisa mengantarkan mereka ke puncak dunia akhir musim nanti.

1. Pole dan Kemenangan Aleix Espargaro

<p>Pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro&nbsp;dalam&nbsp;sesi kualifikasi MotoGP Catalunya di Circuit de Barcelona-Catalunya, Sabtu (4/6/2022). (foto: Pau BARRENA / AFP)</p>

Pembalap Aprilia Racing Aleix Espargaro dalam sesi kualifikasi MotoGP Catalunya di Circuit de Barcelona-Catalunya, Sabtu (4/6/2022). (foto: Pau BARRENA / AFP)

Pada MotoGP Argentina, Espargaro merebut pole, yakni pole perdananya sejak MotoGP Catalunya 2015, serta pole perdana Aprilia di era MotoGP (bergulir sejak 2002). Ini juga pole perdana Aprilia di kelas premier (GP500/MotoGP) sejak GP500 Australia pada 2000 lewat Jeremy McWilliams.

Kemenangan di MotoGP Argentina merupakan kemenangan perdana Espargaro di ajang Grand Prix. Ini juga kemenangan perdana Aprilia di kelas premier. Sebelumnya, dari 24 pembalap MotoGP 2022, Espargaro adalah satu-satunya rider yang belum pernah mengecap satu pun kemenangan sejak debutnya di Grand Prix.

Selain meraih kemenangan perdana, Espargaro juga pertama kalinya memimpin klasemen pembalap. Kala itu, ia mengoleksi 45 poin, unggul 7 poin atas rider Red Bull KTM Factory Racing, Brad Binder, yang ada di peringkat kedua. Ini juga pertama kalinya seorang rider Aprilia memimpin klasemen di era MotoGP.

2. Podium Maverick Vinales

Pembalap Aprilia, Maverick Vinales. (Ronny Hartmann / AFP)
Pembalap Aprilia, Maverick Vinales. (Ronny Hartmann / AFP)

Vinales tentunya senang bukan kepalang usai naik podium berkat finis ketiga di MotoGP Assen, Belanda. Pasalnya, itu podium perdananya bersama Aprilia Racing, sekaligus podium perdananya di kelas tertinggi sejak seri yang sama setahun lalu, ketika ia finis kedua sebelum berpisah secara kontroversial dengan Yamaha.

Vinales pun berhasil mematahkan 'kutukan' yang biasanya dialami rider kedua Aprilia. Seperti yang diketahui, sejak 2017, Espargaro selalu ganti tandem setiap tahun karena mereka gagal tampil kompetitif. Podium Vinales kali ini pun membuktikan bahwa Aprilia bisa tampil garang bersama semua pembalapnya.

Berkat podium itu pula, kini Vinales tercatat sebagai salah satu pembalap MotoGP yang mampu meraih podium dengan tiga pabrikan berbeda. Sebelumnya, ia pernah naik podium bersama Suzuki dan Yamaha. Ia juga pernah menang dengan kedua pabrikan itu, dan kini ia menanti kemenangan perdananya bersama Aprilia.

3. Aleix Espargaro Jadi Kandidat Juara Dunia

Saat balapan tinggal menyisakan satu lap, Aleix Espargaro melakukan kesalahan fatal. Ia mengira balapan sudah berakhir dan mulai memelankan kecepatannya. Selain itu, ia juga sempat melakukan selebrasi dengan melambaikan tangannya kepada penonton. (AP/Joan Monfort)
Saat balapan tinggal menyisakan satu lap, Aleix Espargaro melakukan kesalahan fatal. Ia mengira balapan sudah berakhir dan mulai memelankan kecepatannya. Selain itu, ia juga sempat melakukan selebrasi dengan melambaikan tangannya kepada penonton. (AP/Joan Monfort)

Selama ini dianggap sebagai pembalap underdog, Espargaro sekarang justru menjadi salah satu kandidat juara dunia. Setelah Seri Belanda, ia pun duduk di peringkat kedua pada klasemen pembalap dengan koleksi 151 poin, hanya tertinggal 21 poin dari Fabio Quartararo.

Espargaro uniknya mengaku takjub bisa ikut memperebutkan gelar dunia MotoGP ketika sudah jadi salah satu rider senior. Pasalnya, pada 30 Juli 2022 nanti, ia akan menginjak usia 33 tahun. Perlu diingat, dalam 11 seri pertama musim ini, ia sudah meraih lima podium, termasuk satu kemenangan di Argentina.

"Target saya awal musim ini sejatinya hanya masuk lima besar. Saya merasa target itu bakal sangat sulit diraih. Nyatanya, kini kami sudah melewati paruh pertama musim dan sedang memperebutkan gelar. Saya sangat senang. Bahkan orang paling optimistis pun takkan bisa membayangkan hal ini bisa terjadi," ujarnya via Diari d'Andorra pada Sabtu (2/7/2022).

4. Aprilia Bisa Sabet Triple Crown

Pebalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro melakukan blunder konyol yang berakibat kehilangan podium keduanya saat balapan tinggal menyelesaikan satu lap lagi di MotoGP Catalunya, Minggu (05/06/2022) malam WIB. (AP/Joan Monfort)
Pebalap Aprilia Racing, Aleix Espargaro melakukan blunder konyol yang berakibat kehilangan podium keduanya saat balapan tinggal menyelesaikan satu lap lagi di MotoGP Catalunya, Minggu (05/06/2022) malam WIB. (AP/Joan Monfort)

Gelar 'Triple Crown' pertama kali diperkenalkan di MotoGP pada 2002, dan gelar tersebut diraih oleh pabrikan yang sukses menyapu bersih gelar dunia pembalap, gelar dunia konstruktor, dan gelar dunia tim. Musim ini, Aprilia pun punya peluang untuk meraihnya.

Selain Espargaro kini duduk di peringkat kedua di klasemen pembalap, Aprilia Racing duduk di puncak klasemen tim, unggul 16 poin atas Monster Energy Yamaha. Aprilia pun berada di peringkat ketiga di klasemen konstruktor, tertinggal 91 poin dari Ducati. Namun, dengan sembilan seri tersisa, apa pun masih bisa terjadi.

Dalam sejarah MotoGP, tercatat baru ada tiga pabrikan yang pernah meraih gelar Triple Crown. Mereka adalah Honda sebanyak 9 kali (2002, 2003, 2006, 2011, 2013, 2014, 2017, 2018, 2019), Yamaha sebanyak 5 kali (2005, 2008, 2009, 2010, 2015), serta Ducati sebanyak 1 kali (2007).

Sumber: Bola.net

Disadur dari: Bola.net (Anindhya Danartikanya, Published 24/07/2022)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel