4 Gitaris Fingerstyle RI Tersukses, Ada yang Penghasilannya Nyaris Rp 1 M tapi Sederhana!

Aulia Akbar

Percaya gak percaya, profesi gitaris akustik fingerstyle bisa bikin kamu kaya mendadak lho. Tanpa gigs untuk bisa manggung di depan banyak orang, kamu udah bisa tajir dan terkenal!

Buat kamu yang belum pernah dengar istilah ini, fingerstyle bisa dijelaskan sebagai teknik memainkan gitar dengan petikan jari saja hingga terdengar rangkaian melodi lagu. Boleh dibilang, teknik bermain gitar ini benar-benar back to basic.

Namun, melodi dari gitar yang dia mainkan memang menirukan suara vokal dari lagunya. Sementara itu, mereka juga memadukan permainannya dengan ketukan perkusi, memanfaatkan tabung resonansi gitar. Alhasil, hanya bermodal satu gitar saja, lagu yang dimainkan bakal terdengar ramai. 

Tapi gimana caranya ya biar bisa menghasilkan pendapatan pasif seperti mereka? Tentu saja hal itu bisa terwujud berkat bantuan dari situs Youtube. 

Memainkan lagu top 40 dengan yang sudah diaransemen ulang dengan satu gitar akustik saja, bisa membuatmu ditonton oleh jutaan orang di seluruh penjuru dunia. Tapi tentu saja, kamu butuh ponsel sebagai alat perekam, mikrofon atau amplifier untuk membuat suara gitarmu jadi makin nyaring. 

Bisa dibilang, hal ini bukanlah hal baru lho. Cara cari uang seperti ini sudah dimulai terlebih dulu oleh para gitaris di luar negeri, sebut saja seperti Igor Presnyakov, Sungha Jung, Andrew Foy, dan lainnya.

Kira-kira siapa saja sih dewa-dewa gitar dalam negeri yang hobi memainkan gitar akustik dan sukses raup banyak keuntungan? Mari kita kenalan sama mereka.

Baca juga: Mahal dan Langka! Intip Koleksi-koleksi Gitar Milik Andre Taulany

1. Jubing Kristianto

Jubing Kristianto. (Instagram/@jubingkristianto)

Nama Jubing memang sudah gak asing lagi di telinga kita. Di tangannya, lagu-lagu anak seperti “Naik-naik ke Puncak Gunung,” “Becak”, Bintang Kecil,” atau lagu daerah lainnya bisa terdengar layaknya suara orkestra yang ramai. Padahal modalnya cuma gitar klasik saja!

Jubing bukan hanya terkenal sebagai gitaris akustik yang tenar di Youtube. Mantan Redaktur Tabloid Nova ini ternyata pernah menyabet rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai “Gitaris Indonesia Pertama yang Menyebarluaskan Komposisi dan Aransemen Gitar Pribadi Secara Gratis di Internet!” Hebat!

Pria kelahiran Semarang 1966 silam ini, sudah aktif di Youtube sejak tahun 2008. Jumlah subscriber-nya saja sudah mencapai 49 ribuan hingga 18 November 2019.

Menurut informasi dari Social Blade, dalam sebulan, pria yang akrab disapa Kak Jubing ini sanggup mencetak penghasilan pasif sebesar US$ 463  atau sekitar Rp 6,5 jutaan dengan kurs tukar saat ini.

Baca juga: Ada yang Terinspirasi Tsunami Aceh! 9 Gitar Listrik Ini Termahal Sejagat

2. Josephine Alexandra

Josephine Alexander. (Instagram/@jpalxndr)

Bisa dibilang, dia adalah yang paling cantik dari yang lain nih. Tepat pada November 2019, Josephine resmi menjadi fingerstyle guitarist dengan jumlah subscriber yang mencapai 676 ribu!

Kabarnya, teknik bermain gitar yang ciamik ini dia pelajari secara otodidak lho!

Namun jangan salah, Josephine ternyata juga jago memainkan alat musik lain. Sebut saja piano, keyboard, hingga gitar bass. Usut punya usut, sejak kecil dia memang sudah jago main piano! Cek saja videonya yang memainkan lagu Bohemian Rhapsody dengan tiga alat musik ini.

Menurut pantauan dari Social Blade, dengan 676 ribu subscriber ini, Josephine sanggup meraih pendapatan pasif senilai US$ 6.900 sebulan atau Rp 97 juta.

Baca juga: Seharga Rp 93 Miliar, Begini Rumah Baru Slash Gitaris Guns N Roses

3. Nathan Fingerstyle

Nathan Fingerstyle. (Instagram/@nathan_gayajari)

Nathan Fingerstyle, itulah nama akun Youtube dari gitaris akustik ini. Dia juga kerap disapa dengan sebutan Nathan Gaya Jari. 

Salah satu yang cukup menonjol dari Nathan adalah gaya bermain gitarnya yang perkusif. Ketika kamu mendengar suara snare drum dalam lagu yang dia mainkan, itu bukanlah dari drum set, melainkan dari teknik yang dia aplikasikan pada gitarnya. 

Postingan pertama pria ini dimulai pada tahun 2010. Dia memainkan lagu dangdut semacam “Sakitnya Tuh Di Sini” yang aslinya dinyanyikan oleh Cita Citata, sampai lagu populer milik John Legend yang berjudul “All of Me”.

Menurut informasi dari Social Blade, berbekal follower berjumlah 2,82 jutaan di 18 November 2019, Nathan sanggup mengantongi pendapatan pasif hingga US$ 28.400 atau Rp 400 juta per bulan! Wow, luar biasa banget!

4. Alip Ba Ta alias Alif Gustakhiyat

Alif Gustakhiyat. (Instagram/@alip_njan**ki)

Nah ini dia, yang paling sederhana, merakyat, tapi bisa dibilang gak kalah menginspirasi di antara yang lain. Profesinya adalah operator forklift di salah satu gudang di Jakarta Timur. 

Video-video Alif terbilang cukup amatir. Cuma bermodalkan ponsel, mikrofon, dan gitar akustik saja. Backgroundnya juga sederhana banget, seperti kos-kosan!

Pria ini kerap disebut sebagai seorang gitaris misterius. Pasalnya Alif sama sekali gak pernah woro-woro di Youtube, menyuruh orang subscribe, membalas komen, atau apapun. Tapi dia dipuji oleh para gitaris di luar negeri.

Videonya yang mengcover lagu Queen bahkan diunggah ke akun medsos grup band yang digawangi oleh almarhum Freddie Mercury ini! Gak sedikit juga musisi internasional ingin berkolaborasi dengan Alif.

Hampir seluruh komentar di akun Youtube Alif positif. Netizen bahkan saling mengajak satu sama lain untuk like dan subscribe agar gitaris akustik ini jadi viral, terkenal, dan sukses.

Berbekal 1,1 juta subscriber di 18 November 2019, menurut Social Blade Alif disinyalir berpotensi meraup penghasilan per bulan hingga US$ 69.300 atau Rp 975 juta! Astaga nyaris Rp 1 miliar! Buat apa kerja ya kalau begitu? Penghasilan pasifnya udah kayak konglomerat aja! 

Tapi itu semua tentu didukung dengan jam tayang yang tinggi di akun Youtubenya. Maklum saja, gaya Alif mengcover lagu memang sangat disukai, gak heran kalau videonya diputar secara berulang kali.

Itulah deretan gitaris fingerstyle Indonesia dan penghasilan pasifnya yang luar biasa. Gak heran ya, orang sesederhana Alif dinyatakan bisa meraup penghasilan sebesar itu! (Editor: Ruben Setiawan)