4 Hal Terkait Berpulangnya Cendekiawan Muslim Jalaludin Rakhmat

·Bacaan 3 menit
Cendekiawan Muslim yang juga merupakan politikus PDI Perjuangan Jalaludin Rakhmat. (Merdeka.com)

Liputan6.com, Jakarta Cendekiawan muslim sekaligus politikus PDI Perjuangan, Jalaludin Rakhmat telah berpulang. Dia mengembuskan nafas terakhirnya di RS Santosa Internasional Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2021).

Kabar kepergian pria yang akrab disapa Kang Jalal tersebut pertama kali disampaikan oleh Sutrasno, selaku Ikatan Jemaat Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jawa Barat.

"Mohon doanya Maha Guru dilapangkan jalannya," ujar Sutrasno melalui sambungan telepon.

Ikuti cerita dalam foto ini https://story.merdeka.com/2303605/volume-5

Lahir di Bandung, 29 Agustus 1949 silam, Jalaludin Rakhmat meninggal dunia pada usia 72 tahun. Rencananya, pria yang dibesarkan di kalangan Nahdatul Ulama (NU) itu akan dimakamkan keluarga di kawasan Rancaekek, Bandung.

Menoleh sedikit ke belakang terkait rekam jejaknya di dunia politik. Usai memutuskan pensiun sebagai dosen, Jalaludin Rakhmat menjatuhkan pilihan kepada PDIP sebagai kendaraan politiknya pada 2013 lalu.

Satu tahun kemudian, dia pun duduk sebagai anggota DPR di Komisi VIII hingga 2019.

Lantas, apa penyakit yang tengah diderita Kang Jalal hingga harus mendapatkan perawatan di RS Santosa Internasional, Bandung?

Dirawat Sejak Februari 2021

Kang Jalal, sapaan Jalaludin Rakhmat meninggal di RS Santosa Internasional Bandung, Jawa Barat pukul 15.45 WIB, hari ini.

Kabar meninggalnya Kang Jalal dibenarkan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Ono Surono.

"Iya, betul beliau sudah berpulang," ucap Ono kepada Liputan6.com, Senin (15/2/2020).

Ono mengatakan, Kang Jalal sebelumnya memang telah dirawat Rumah Sakit sejak Februari 2021. "Dari awal februari sudah sakit," kata dia.

Mengenai penyakit yang diderita almarhum, Ono mengaku enggan mengungkapkannya.

"Kalau itu tanyakan kepada pihak keluarga," ucap dia.

Penyakit Kang Jalal

Sutrasno mengatakan, Kang Jalal, panggilan almarhum, dirawat di RS Santosa Bandung sejak Kamis, 4 Februari.

Salah satu riwayat penyakitnya adalah diabetes.

"Dirawat 12 hari lalu. Ada sesak, beliau memang ada diabetes. Karena istrinya juga empat hari lalu mendahului beliau yang juga sempat dirawat di RS Santosa," ujarnya.

Kang Jalal meninggal dunia pada usia 72 tahun.

Akan Dimakamkan di Rancaekek

Sementara itu, terkait rencana pemakaman, pihak keluarga menyebut akan memakamkam almarhum di pemakaman keluarga di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

"Masih musyawarah keluarga, tapi yang pasti dimakamkan di Rancaekek di makam keluarga," kata kerabat almarhum yang juga Ketua PW Ikatan Jemaat Ahlul Bait Indonesia (IJABI) Jawa Barat Sutrasno saat dihubungi Liputan6.com, Senin (15/2/2021).

Terkait waktu pemakaman, Sutrasno mengaku belum mengetahui. "Hanya waktunya malam ini atau besok, masih dirundingkan pihak keluarga," ujarnya.

Aktif di Muhammadiyah

Semasa hidupnya, Jalaludin Rakhmat muda dibesarkan di kalangan Nahdatul Ulama (NU) dan terbilang aktif di gerakan Muhammadiyah.

Di bidang pendidikan, Kang Jalal berhasil mendapatkan gelar master komunikasi dari Iowa State University. Ia kemudian meraih gelar doktor ilmu politik dari Australian National University.

Sejak 1978, Kang Jalal bergabung dengan Universitas Padjadjaran sebagai staf pengajar.

Tak hanya dikenal sebagai cendekiawan muslim, karier politiknya pun terbilang moncer. Usai dirinya pensiun sebagai dosen pada 2013, pada 2014, Kang Jalal terpilih menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019.

Saat itu dia duduk di Komisi VIII DPR sebagai politikus dari PDIP.

Namun, pada saat ini dirinya lebih dikenal sebagai tokoh Syiah di Indonesia. Kang Jalal ikut membidani salah satu organisasi Syiah di Indonesia, yaitu Jamaah Ahlulbait Indonesia (Ijabi) pada awal Juli 2000.

Saksikan video pilihan di bawah ini: