4 Hal Terkait Pembakaran Pesawat MAF oleh KKB di Intan Jaya Papua

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali beraksi. Mereka diduga menjadi dalang atas pembakaran pesawat Mission Aviation Fellowship (MAF) di Distrik Biandoga, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Rabu, 6 Januari 2021.

Penyerangan terjadi begitu pesawat bernomor registrasi PK-MAX tersebut mendarat di Bandara Pagamba. Pesawat MAF yang dipiloti warga negara Amerika dan tujuh penumpangnya dilaporkan selamat dalam insiden tersebut.

Sementara itu, Base Manager MAF Nabire Paul Iswanto membenarkan adanya kejadian pembakaran pesawat tersebut.

"Namun mereka masih trauma," katanya di Kabupaten Nabire, Papua dalam keterangannya, Kamis, 7 Januari 2021.

Sebagai bentuk tindak lanjut dari insiden pembakaran pesawat oleh KKB tersebut, jajaran Polres Nabire dan Intan Jaya tengah melakukan pendalaman.

Berikut deretan hal terkait pembakaran pesawat MAF yang diduga dilakukan oleh KKB Papua dihimpun Liputan6.com:

Awal Kejadian

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Muthofa Kamal mengatakan, berawal saat Pesawat MAF PK-MAX yang di piloti Warga Negara Amerika, Alex Luferchek berangkat dari Bandara Nabire dengan membawa dua penumpang tujuan Pagamba (Bandara perintis milik MAF) Distrik Biandoga, Kabupaten Intan Jaya.

"Pukul 09.30 WIT, Pilot Pesawat MAF PK-MAX An. Alex Luferchek melaporkan via radio ke kantor MAF bahwa pesawat telah mendarat tiba di Bandara Pagamba dengan baik," sebutnya.

Selanjutnya, pilot diminta turun dari pesawat. Kemudian datang seseorang yang diduga KKB, sudah berada di sekitar tempat pesawat berhenti dengan membawa senjata dan mengeluarkan tembakan ke udara sambil menyuruh pilot untuk merunduk.

"Atas kejadian tersebut pilot diamankan oleh para pendeta dan masyarakat ke Kampung Tekai perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga Kabupaten Intan Jaya. Kemudian pesawat tersebut di bakar oleh kelompok kriminal bersenjata," katanya.

Aksi Pembakaran Terdeteksi oleh Basarnas

Pembakaran pesawat MAF, kemudian terdeteksi oleh Basarnas pusat. Mereka lalu menyampaikan kepada yayasan MAF di Nabire untuk segera mengecek kondisi pesawat PK - MAX yang di piloti oleh Capten pilot Alex Luferchek.

"Pada hari Kamis tanggal 7 Januari 2021 pukul 06.00 WIT bertempat di Bandar Udara Wamena telah berangkat heli VIDA yang di piloti oleh Capten Natan Fagerlie untuk mengevakuasi pilot pesawat MAF PK -MAX dari Kampung Tekai perbatasan antara Kampung Bugalaga dan Kampung Pagamba Distrik Mbiandoga menuju Nabire," jelas Kombes Pol Ahmad.

Penumpang dan Pilot Selamat

Diketahui ketujuh penumpang dan pilot selamat dalam insiden penyerangan tersebut. Sang pilot bahkan telah di evakuasi ke Jayapura.

"Setelah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, korban (Alex Luferchek) langsung di berangkatankan oleh Pihak MAF ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan psikologi lebih lanjut," ujar Ahmad.

Sebelumnya, pesawat MAF jenis Twin Otter ini dibakar massa yang mengklaim bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TNPB), Rabu 6 Januari 2021 lalu.

Sementara itu, Wakapolres Nabire Kompol Samuel Tatiratu mengatakan, masih menunggu laporan resmi dari anggota yang diterjunkan ke lokasi kejadian.

Proses Pemeriksaan Sempat Alami Kendala

Ahmad menyampaikan bahwa pihaknya sempat mengalami kendala, lantaran akses menuju lokasi hanya bisa di jangkau melalui jalur udara.

"Terkendala lokasi, sebab hanya dapat di jangkau melalui jalur udara. Namun, anggota akan sesegera mungkin mendatangi TKP guna dilakukan oleh TKP," katanya saat itu.

(Fifiyanti Abdurahman)

Saksikan video pilihan di bawah ini: